Pentagon: Militer AS Kirim Pembom B-52 ke Afghanistan

Pentagon: Militer AS Kirim Pembom B-52 ke Afghanistan
Pembom B-52 Amerika

Amerika, ARRAHMAHNEWS.COM Militer AS mengirim sejumlah pembom B-52 jarak jauh dan pasukan tambahan ke Afghanistan dan meningkatkan kehadirannya di Timur Tengah, Pentagon mengumumkan.

Juru bicara Pentagon John Kirby mengatakan kepada wartawan pada hari Jumat bahwa Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin telah menyetujui penambahan beberapa pembom B-52 ke Afghanistan, dan akan mempertahankan kapal induk USS Dwight D. Eisenhower di Teluk Persia.

BACA JUGA:

Pentagon mengklaim bahwa peningkatan militer di wilayah tersebut adalah bagian dari penarikan pasukan penuhnya dari Afghanistan.

“Akan sangat bodoh dan tidak hati-hati untuk tidak berasumsi bahwa mungkin ada perlawanan dan oposisi dari Taliban,” kata Kirby. “Kami akan menjadikan penarikan yang aman, disengaja, dan bertanggung jawab”.

Kirby juga mengatakan Pentagon mungkin juga mengerahkan pasukan darat tambahan ke Afghanistan, untuk dukungan logistik dan perlindungan pasukan.

Pentagon: Militer AS Kirim Pembom B-52 ke Afghanistan
Pembom B-52 Amerika

Berita itu muncul beberapa hari setelah Presiden AS Joe Biden mengumumkan bahwa Washington akan menarik pasukan dari Afghanistan pada 11 September, dua puluh tahun setelah Amerika melancarkan perang terlama melawan negara miskin itu.

AS menginvasi Afghanistan pada Oktober 2001 dengan dalih perang melawan teror.

Washington telah menghabiskan lebih dari triliunan dolar untuk berperang di negara miskin itu, yang telah menyebabkan ribuan warga sipil Afghanistan dan tentara Amerika tewas.

Di bawah kesepakatan “damai” Februari 2020 antara Taliban dan pemerintahan Trump, Washington berjanji akan menarik 2.500 tentara AS yang tersisa di Afghanistan. Sebagai imbalannya, Taliban berjanji akan menghentikan serangan terhadap pasukan AS.

Taliban mengatakan Amerika Serikat telah melanggar perjanjiannya dengan kelompok itu untuk penarikan pasukan dari Afghanistan.

Mohammed Naeem Wardak, juru bicara kantor politik Taliban di Doha, mengatakan kepada Press TV dalam sebuah wawancara pada pekan lalu bahwa Washington telah gagal mematuhi komitmennya dan menghormati janji di bawah kesepakatan damai 2020 dengan kelompok tersebut. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 29522 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.