Eko Kuntadhi: Hore Munarman Akhirnya Digelandang

Eko Kuntadhi: Hore Munarman Akhirnya Digelandang
Munarman saat Wawancara di TV

Jakarta, ARRAHMAHNEWS.COM Heboh berita pengkapan Munarman oleh pihak aparat Kepolisian. Netizen membanjiri medsos dengan ucapan dan perasaan gembira.

Salah satunya pegiat medsos Eko Kuntadhi, dia menjelaskan bagaimana Munarman yang dianggap tidak dapat disentuh akhirnya juga bisa digelandang.

BACA JUGA:

Sejak lama orang bertanya, kenapa orang seperti Munarman tidak juga disentuh polisi? Mantan Sekretaris Umum FPI itu kemarin diistilahkan sebagai the untouchable, yang tidak tersentuh.

Eko Kuntadhi: Hore Munarman Akhirnya Digelandang
Munarman saat Wawancara di TV

Padahal kalau dilihat rangkaian kelakuannya jelas banget terpapar. Pada 2015 Munarman melakukan baiat kepada ISIS di Makassar. Sebelumnya didahulukan dengan seminar berthema negara Islam.

Sejak lama orang bertanya, kenapa orang seperti Munarman tidak juga disentuh polisi? Mantan Sekretaris Umum FPI itu kemarin diistilahkan sebagai the untouchable, yang tidak tersentuh.

Padahal kalau dilihat rangkaian kelakuannya jelas banget terpapar. Pada 2015 Munarman melakukan baiat kepada ISIS di Makassar. Sebelumnya didahulukan dengan seminar berthema negara Islam.

Esoknya Munarman hadir lagi dalam tabligh akbar yang diakhiri dengan baiat kepada ISIS.

Alumni baiat 2015 di Makassar itu, kini banyak yang digulung polisi. Mulanya mereka terlibat dalam aksi dua pasang manusia, Rullie Rian dan Ulfah yang melakukan bom bunuh diri di gereja Jolo, Filipina.

Mereka bersama-sama membantu Rullie dan Ulfah untuk melakukan aksi biadabnya. Pasca aksi itu, puluhan orang digulung polisi.

BACA JUGA:

Setahun kemudian ada lagi ulah alumninya. Kali ini sasarannya adalah gereja katedral Makassar. Lukman dan istrinya melakukan bom bunuh diri.

Tentu ini bukan acara keluarga. Lukman dan istrinya gak bergerak sendiri. Mereka didukung oleh sekelompok orang. Nah, para pendukungnya lagi-lagi alumni baiat ISIS bareng Munarman.

Di internal FPI, Munarman ini dianggap yang mempengaruhi Rizieq untuk menarik FPI menjadi organisasi teror.

Jangan heran jika terjadi peristiwa KM 50. Para laskar FPI menyerang petugas. Niatnya membunuh. Mereka dilengkapi senjata api.

Untung saja petugas sigap. Berhasil mengatasi mereka. Akibatnya 6 orang mati konyol di sana.

Tapi memang kegeraman publik pada Munarman bukan soal baiat aja. Masih lekat dalam ingatan ia menyiram seorang akademisi di sebuah siaran langsung. Sebab perilaku yang memuakkan. Seolah kalau sudah bisa takbir di jalan, ia bisa bertindak semaunya.

BACA JUGA:

Dosa-dosa Munarman sudah bertumpuk. Ingatan publik padanya berisi kegeraman belaka. Desakan pada aparat untuk menangkap Munarman terus menggema. Apalagi pasca aksi penganten di Makassar.

Munarman sadar. Ia ingin melaan opini itu. Ia berharap tampilannya di acara Mata Najwa bisa melawan opini publik yang mendesak.

Tapi dasar Munarman. Jumawanua gak mau turun meski sudah semakin terdesak. Di acara Mata Najwa itu justru ia makin menunjukan arogansinya. Munarman gagal memanfaatkan Najwa Shihab untuk meraih simpati. Ia kejeblos di acara itu.

Nah, pasca sidang KTT ASEAN, polisi langsung tancap gas. Munarman, tokoh Radikal yang berdekatan dengan ISIS dan JAD ini dibekuk.

Di rumahnya bertebaran dokumen yang mengaitkan dengan gerakan teroris seperti ISIS dan JAD.

Kita lega. Ternyata isu Munarman sang untouchable itu gak laku. Ia tetap manusia biasa. Yang akan menggigil berhadapan dengan petugas.

“Mas, meski Munarman ditangkap kita gak boleh tepuk tangan. Itu budaya Yahudi!, ” sela Abu Kumkum.

“Bolehnya apaan Kum?”.

“Kita tumpengan aja… “. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 29507 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.