Kekhawatiran Amerika-Israel atas Ancaman Drone di Kawasan

Kekhawatiran Amerika-Israel atas Ancaman Drone di Kawasan
Pesawat Tempur

Amerika, ARRAHMAHNEWS.COM Drone telah menjadi perhatian utama Israel dan Amerika Serikat, karena penggunaan drone ini telah membuat pelanggaran sistem pertahanan, dan menempatkan Washington dan Tel Aviv dalam dilema besar dalam pencarian sistem pertahanan yang dapat mencegat pesawat tak berawak.

Yaman adalah salah satu negara yang memiliki drone canggih di kawasan, dan Washington menganggapnya sebagai yang paling berbahaya sejak serangan-serangan yang menargetkan tempat-tempat vital di Arab Saudi.

BACA JUGA: 

Menurut analisis yang diterbitkan oleh surat kabar Jerusalem Post, “Bukan kebetulan bahwa komandan Komando Pusat AS memperingatkan ancaman yang ditimbulkan oleh pesawat tak berawak. Amerika Serikat dan Israel semakin bekerja dalam rangka upaya tersebut, untuk melawan pesawat tak berawak.”

Kekhawatiran Amerika-Israel atas Ancaman Drone di Kawasan
Pesawat Tempur

Menurut surat kabar tersebut, pertemuan bilateral yang mempertemukan Jake Sullivan, Penasihat Keamanan Nasional AS, dan Meir Ben Shabat, Penasihat Keamanan Nasional Israel, pada 27 April mengungkapkan bahwa “Amerika Serikat dan Israel telah sepakat untuk membentuk kelompok kerja antar lembaga yang secara khusus memfokuskan pada ancaman drone dan peluru kendali presisi.”

Surat kabar tersebut menekankan bahwa pesawat tak berawak menimbulkan ancaman yang kompleks, menunjuk pada pernyataan Senator AS Tom Cotton yang menegaskan bahwa Amerika Serikat telah menghabiskan “miliaran” untuk teknologi untuk menghadapi pesawat tak berawak, ancaman yang ditimbulkan oleh drone.

BACA JUGA:

Cotton menunjukkan peringatan tertulis dari Komandan Komando Pusat AS Kenneth Mackenzie yang mengatakan bahwa drone mewakili “perkembangan taktis yang paling mengganggu di wilayah operasi Komando Pusat sejak munculnya alat peledak improvisasi.”

Menurut surat kabar tersebut, MacKenzie menekankan lagi ancaman ini dalam kesaksiannya di hadapan DPR pada bulan April. Analisis tersebut menunjukkan bahwa MacKenzie mengatakan kepada Komite Angkatan Bersenjata DPR AS pada 20 April, “Penyebaran pesawat tak berawak berukuran kecil dan menengah ini di seluruh (wilayah operasi) merupakan ancaman baru dan kompleks bagi pasukan kami dan mitra serta sekutu kami.”

“Kami beroperasi tanpa keunggulan udara lengkap untuk pertama kalinya sejak pecahnya Perang Korea,” tambahnya.

Analisis Israel menyatakan bahwa “Iran tampaknya memiliki jumlah drone yang tak terbatas saat ini. Ini juga menunjukkan bahwa pasukan Yaman telah menjadi salah satu pemimpin Drone di Timur Tengah, dan mereka memiliki pesawat yang mampu mencapai wilayah Palestina yang diduduki.” (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 29542 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.