Headline News

Kritik Zarif, Ayatullah Khamenei Tekankan Pentingnya Peran Pasukan Quds Iran

Pemimpin tertinggi Iran itu membahas berbagai masalah kebijakan dalam dan luar negeri termasuk peran Pasukan elit Quds Iran dalam kebijakan luar negeri negara.

Iran, ARRAHMAHNEWS.COM Pemimpin Revolusi Islam Iran Ayatollah Sayed Ali Khamenei secara tidak langsung mengkritik Menteri Luar Negeri Iran, yang mengatakan dalam sebuah bocoran wawancara bahwa Pasukan elit Garda Revolusi Iran memiliki pengaruh lebih besar dalam urusan luar negeri dan dokumen nuklir Teheran daripada dirinya.

Dalam pidatonya pada Minggu malam, Pemimpin tertinggi Iran itu membahas berbagai masalah kebijakan dalam dan luar negeri termasuk peran Pasukan elit Quds Iran dalam kebijakan luar negeri negara, dan upaya AS untuk mencegah beberapa negara Arab meningkatkan hubungan dengan Iran.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Minggu malam, Pemimpin Iran itu menyoroti peran Pasukan elit Quds Iran dalam membantu Iran memiliki diplomasi aktif di kawasan Asia Barat. Ayatollah Khamenei mengatakan bahwa Pasukan Quds telah memainkan peran penting dalam memperkuat tangan diplomatik Iran di kawasan.

BACA JUGA:

“Pasukan Quds adalah faktor efektif terbesar dalam mencegah diplomasi pasif di kawasan Asia Barat,” kata Pemimpin tertinggi Iran tersebut sebagaimana dikutip Tehran Times, mencatat bahwa Pasukan itu telah mewujudkan kebijakan luar negeri Iran yang independen dan bermartabat di kawasan.

“Pasukan Quds telah mampu menjalankan kebijakan kemerdekaan Republik Islam di kawasan, yang didasarkan pada kehormatan,” ujarnya.

Ayatollah Khamenei menyoroti bahwa Pasukan Quds telah melindungi Iran agar tidak menjadi budak Barat. “Barat bersikeras bahwa kebijakan luar negeri negara ini cenderung ke arah mereka,” katanya.

Pemimpin Iran itu menyatakan bahwa selama dinasti Qajar dan Pahlavi, Iran adalah negara subjek di bawah pengaruh Barat. Revolusi Islam membawa Iran keluar dari dominasi Barat ini, sebuah langkah yang mendorong Barat untuk mengejar kebijakan yang bertujuan untuk menundukkan Iran.

BACA JUGA:

Ayatollah Khamenei menggarisbawahi bahwa Pasukan Quds menjalankan kebijakan Republik Islam dan mencegah negara jatuh di bawah dominasi Barat.

Ia mencatat, “Negara-negara Barat terus-menerus menginginkan kebijakan luar negeri Iran berada di bawah bendera mereka. Mereka sudah menginginkan ini selama bertahun-tahun. Iran berada di bawah dominasi Barat baik di tahun-tahun terakhir dinasti Qajar dan di bawah kekuasaan Pahlavi. Revolusi [Islam] membebaskan Iran dari kekuasaan mereka dan sekarang mereka mencoba untuk memulihkan kekuasaan itu. Oleh karena itu, ketika Republik Islam menjalin hubungan dengan China, mereka menjadi kesal, [dan] ketika membangun hubungan dengan Rusia, mereka menjadi kesal. ”

“Selama 40 tahun terakhir, Barat, baik Amerika atau Inggris, telah berusaha untuk menghidupkan kembali dominasi masa lalu mereka atas Iran. Itu sebabnya mereka menjadi marah ketika Republik Islam menjalin hubungan dengan China,” lanjut sang Pemimpin.

Menurut Pemimpin Iran tersebut, Barat juga menekan Tetangga-tetangga Arab Iran yang “malang” untuk mencegah mereka meningkatkan hubungan dengan Iran.

“Ayatollah Khamenei mengatakan ada beberapa kesempatan ketika beberapa tetangga Arab Iran ingin meningkatkan hubungan dengan Iran tetapi Amerika mencegah mereka melakukannya. Dalam beberapa kasus, pejabat tinggi Arab ingin melakukan perjalanan ke Iran untuk meningkatkan hubungan tetapi Amerika mencegahnya,” katanya.

BACA JUGA:

“Mereka menentang upaya diplomatik kita. Jadi, kita tidak bisa bertindak pasif menghadapi tuntutan mereka. Kita harus bertindak secara mandiri, proaktif, dan cakap, ”kata Ayatollah Khamenei.

Pemimpin tertinggi itu juga memberi penghormatan kepada mendiang komandan Pasukan Pengawal Revolusi Islam Korps Quds, Jenderal Qassem Soleimani, menggambarkannya sebagai orang yang setia yang mencintai kesyahidan.

Jenderal Soleimani dibunuh bersama rekan lamanya Abu Mahdi al-Mohandes, mantan wakil kepala Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) Irak. Jenderal tertinggi Iran itu mengunjungi Irak atas undangan pemimpin negara itu guna menyampaikan balasan Iran atas pesan Saudi melalui Irak. Ia meninggalkan Teheran ke Baghdad pada 3 Januari 2020, dan tiba pada tengah malam di bandara Baghdad, tempat al-Mohandes menunggu untuk menyambutnya. Setelah bertukar salam singkat, kedua pria itu meninggalkan bandara, tetapi ketika mereka keluar dari bandara dengan iring-iringan mobil, mereka menjadi sasaran sejumlah rudal yang diluncurkan oleh pesawat tak berawak Amerika.

Ayatullah Khamenei mengatakan bahwa Amerika telah mengancam Jenderal Soleimani bahwa mereka akan membunuhnya. Tetapi ia menanggapi dengan memberi tahu rekan-rekan dekatnya bahwa ia sedang mencari kemartiran.

“Mereka mengancam Syahid Soleimani bahwa ‘kami akan membunuhmu’. Jenderal Soleimani memberi tahu teman-temannya, “mereka mengancam saya dengan sesuatu yang saya cari di pegunungan dan daratan,” ujar pemimpin itu menunjukkan. (ARN)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Arrahmahnews Media Terpercaya

Statistik Blog

  • 56.026.078 hit

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 7.550 pelanggan lain

Copyright © 2021 Arrahmahnews All Rights Reserved

To Top
%d blogger menyukai ini: