Kepala Intelijen Saudi Temui Presiden Bashar Assad Bicarakan Pemulihan Hubungan

Kepala Intelijen Saudi Temui Presiden Bashar Assad Bicarakan Pemulihan Hubungan
Foto Raja Salman dan Bashar Assad

Arab Saudi, ARRAHMAHNEWS.COM Sumber diplomatik tingkat tinggi di Damaskus mengkonfirmasi kepada “Rai Al-Youm” bahwa delegasi Saudi yang dipimpin oleh kepala dinas intelijen kerajaan, Letnan Jenderal Khaled Al-Humaidan, mengunjungi ibu kota Suriah pada hari Senin (04/05), dan bertemu dengan Presiden Suriah Bashar Al- Assad serta Wakil Presiden Bidang Keamanan, Mayjen Ali Al-Mamlouk.

Raialyoum melaporkan dalam pertemuan itu disepakati bahwa rombongan akan kembali untuk kunjungan panjang usai Idul Fitri. Sumber-sumber yang dikutip surat kabar tersebut menyebutkan bahwa telah dicapai kesepakatan untuk membuka kembali kedutaan Saudi di Damaskus, sebagai langkah awal untuk memulihkan hubungan di semua bidang antara kedua negara.

BACA JUGA:

Sumber tersebut juga mengindikasikan bahwa delegasi Saudi memberi tahu tuan rumah Suriah bahwa negaranya menyambut kembalinya Suriah ke Liga Arab, dan kehadiran konferensi puncak Arab berikutnya di Aljazair, jika itu terjadi.

Perubahan sikap dalam hubungan Suriah-Saudi ini terjadi setelah pertemuan rahasia Saudi-Iran di ibu kota Irak Baghdad dua minggu lalu, dan penegasan Putra Mahkota Saudi dalam sebuah wawancara TV bahwa negaranya ingin membangun hubungan yang kuat dengan Iran, dan mengatakan bahwa ia sebagai tetangga berharap kemakmuran bagi Iran.

Kepala Intelijen Saudi Temui Presiden Bashar Assad Bicarakan Pemulihan Hubungan
Foto Raja Salman dan Bashar Assad

Sengketa Saudi-Suriah berpusat di sekitar hubungan Suriah yang kuat dan strategis dengan Iran, tetapi sekarang, setelah pertemuan Saudi-Iran di Baghdad, dan konfirmasi kemungkinan bahwa pembicaraan Wina akan menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran dan mencabut sanksi AS terhadap Iran, sikap Saudi berubah total, dan kepemimpinannya berusaha untuk meningkatkan hubungan dengan poros Iran-Suriah serta normalisasi hubungan antara Teheran dan Riyadh, yang akan memfasilitasi pencapaian keluarnya Saudi dari krisis Yaman sesegera mungkin.

Sumber Suriah yang berbicara dengan “Raialyoum” tidak mengungkapkan rincian lebih lanjut tentang apa yang terjadi dalam pembicaraan tersebut, tetapi mengisyaratkan bahwa pertemuan itu berhasil dan memecahkan kebekuan hubungan antara kedua negara.

BACA JUGA:

Dilaporkan juga bahwa otoritas Saudi sudah membekukan sepenuhnya hubungan mereka dengan oposisi Suriah, yang berbasis di Riyadh, dan menutup markas resminya.

Masih belum diketahui apakah Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, menteri luar negeri Saudi, akan memimpin delegasi Saudi yang akan mengunjungi ibu kota Suriah dan mengawasi perjanjian untuk membuka kembali kedutaan Saudi setelah Idul Fitri, atau apakah ia akan meninggalkan tugas ini kepada Letnan Jenderal Al Humaidan untuk memimpin rombongan.

Pangeran Mohammed bin Salman, dalam wawancara terakhirnya di TV resmi Saudi, berfokus pada jiwa Arab, kepentingan Arab, dan perang melawan ekstremisme Islam, nada damai yang menarik perhatian banyak pengamat. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 29540 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.