Akui Gagal Bentuk Pemerintahan, Netanyahu kembalikan Mandat ke Presiden Israel

Akui Gagal Bentuk Pemerintahan, Netanyahu kembalikan Mandat ke Presiden Israel
Netanyahu

Israel, ARRAHMAHNEWS.COM Perdana Menteri pemerintah pendudukan Israel, Benjamin Netanyahu, gagal membentuk pemerintahan baru setelah tenggat waktu berakhir, dan mengatakan bahwa dia akan mengembalikan mandat kepada presiden Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu gagal membentuk pemerintahan sebelum mandatnya berakhir pada Selasa malam, menempatkannya pada posisi paling rentan yang dihadapinya secara politik sejak menjadi perdana menteri pada 2009.

BACA JUGA:

Menurut situs Axios, ini adalah ketiga kalinya dalam dua tahun terakhir Netanyahu mendapat kesempatan membentuk pemerintahan tetapi gagal melakukannya. Kali ini, para pesaingnya mungkin bisa membentuk pemerintahan tanpanya.

Akui Gagal Bentuk Pemerintahan, Netanyahu kembalikan Mandat ke Presiden Israel
Netanyahu

 

Presiden Reuven Rivlin memiliki waktu tiga hari untuk melakukan konsultasi dengan berbagai pihak sebelum memutuskan siapa yang akan menerima mandat selanjutnya.

Presiden Reuven diduga kuat bakal memberi tugas membentuk koalisi kepada anggota parlemen lainnya, Yair Lapid (57). Partai sentrisnya, Yesh Atid, menempati posisi kedua setelah Partai Likud-nya Netanyahu dalam Pemilu Israel yang keempat kalinya, 23 Maret.

BACA JUGA:

Menurut artikel di Axios, selama hampir dua minggu, terlihat jelas bahwa Netanyahu tidak memiliki jalur menuju mayoritas. Ia justru fokus mencoba membuat celah antara Lapid dan Naftali Bennett, pemimpin partai sayap kanan. Keduanya sedang bernegosiasi menuju pemerintahan alternatif.

Netanyahu mempertimbangkan langkah-langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mencoba menyabotase pengalihan mandat ke Lapid, termasuk membohongi Rivlin bahwa ia membentuk pemerintahan. Setelah rencananya terungkap, ia mundur.

Netanyahu juga telah mempertimbangkan untuk memerintahkan blok sayap kanannya untuk merekomendasikan kepada Rivlin bahwa ia memberikan mandat kepada Bennett, bukan Lapid. Netanyahu kemudian dapat menekan Bennett untuk bernegosiasi hanya dengan rekan-rekan konservatifnya. Tapi rencana itu juga gagal setelah Bennett menolak mengesampingkan negosiasi dengan Lapid. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 29999 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.