Shaaban: Dokumen Buktikan Inggris Danai Kelompok Anti-Suriah

Shaaban: Dokumen Buktikan Inggris Danai Kelompok Anti-Suriah
Bouthaina Shaaban

Suriah, ARRAHMAHNEWS.COM Penasihat politik Presiden Suriah Bashar Assad menuduh Inggris mendanai kelompok-kelompok anti-Damaskus untuk memicu kerusuhan lebih lanjut, dan mengatakan negara-negara Barat menekan para pejabat Suriah untuk tidak setuju dengan pemerintah.

Bouthaina Shaaban, penasihat politik dan media Assad, membuat pernyataan dalam konferensi video yang diselenggarakan oleh Institut Schiller Jerman pada hari Sabtu, berjudul ” The Moral Collapse of the Trans-Atlantic World Cries Out for a New Paradigm,” kantor berita resmi Suriah SANA melaporkan.

BACA JUGA: 

Shaaban mengatakan Suriah telah melancarkan perang “bermata dua” selama dekade terakhir, satu di medan tempur melawan teroris yang mendatangkan malapetaka di negara itu dan yang lainnya melawan dorongan yang didukung Barat untuk menghasut perbedaan pendapat di dalam jajaran pemerintah.

“Semua yang terjadi di Suriah, kehancuran, kematian, dan pengungsian, adalah karena lembaga intelijen Barat yang bekerja sama dengan Turki, melatih ribuan teroris untuk mencapai satu tujuan yaitu menghancurkan Suriah,” kata ajudan presiden tersebut, dan menambahkan bahwa Barat berurusan dengan Suriah seolah-olah masih di bawah penjajahan mereka, mengabaikan sejarah dan nilai-nilainya yang mengakar.

Shaaban juga mengatakan dokumen Inggris yang bocor mengungkapkan bahwa Inggris “secara resmi mendanai” kelompok-kelompok pembangkang Suriah yang menyebut diri mereka “Witnesses” untuk meluncurkan gerakan jalanan dan memberikan berita untuk outlet media Barat.

BACA JUGA:

Penasihat politik dan media Assad mengatakan dalam konferensi video itu, “Pemerintah Barat menekan pejabat Suriah untuk berbeda pendapat dan menyuap beberapa dari mereka dengan uang untuk bergabung dengan mereka yang melawan pemerintah Suriah, serta meyakinkan mereka bahwa sistem politik akan runtuh.”

Pasukan pemerintah Suriah dan sekutunya telah berhasil merebut kembali sekitar 80 persen wilayah negara Arab yang dilanda perang dari teroris Takfiri.

Tentara Suriah berjuang untuk mengusir militan yang tersisa, tetapi kehadiran pasukan AS dan Eropa selain pasukan Turki telah memperlambat kemajuannya.

Amerika Serikat juga telah menjatuhkan sanksi yang melumpuhkan Damaskus. Pemerintah Suriah telah berulang kali mengecam sanksi sepihak Washington sebagai “kejahatan terhadap kemanusiaan,” dengan mengatakan para sponsor terorisme Barat harus membayar harga atas kekejaman mereka terhadap bangsa Suriah. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30100 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.