Islah Bahrawi: Keberanian Palestina Hajar Israel, Kagetkan Dunia

Tentara Israel tangkap pemuda Palestina

Jakarta, ARRAHMAHNEWS.COM Keberanian Palestina hajar Israel, kagetkan dunia. Islah Bahrawi dalam akun Instagramnya menjelaskan dalam beberapa hari terakhir, seluruh rakyat Palestina telah menunjukkan kepada dunia -bukan untuk pertama kalinya dan bukan yang terakhir- keberanian yang menakjubkan dalam menghadapi penjajah Israel.

Alat pembunuh yang canggih dihadapi dengan ketapel, mesiu dihadapi dengan batu. Propaganda Israel dan Zionis di banyak belahan dunia dirancang untuk menyembunyikan ketidakseimbangan itu demi memunculkan stigma “Rakyat Palestina adalah kaum antagonis teroris”.

BACA JUGA:

Orang-orang Palestina telah membuang rasa takut yang tidak akan pernah diketahui atau dialami oleh orang-orang di belahan dunia lain. Pengalaman hidup di Palestina jauh lebih kejam dan koersif daripada ketakutan di mana pun.

Hanya ada dua pilihan bagi rakyat Palestina: takut atau berani. Semua memilih berani untuk mempertahankan perjuangan yang hampir tak bertepi. Karena menjadi orang Palestina bukanlah pilihan dengan keberanian sebagai takdir yang dilekatkan.

Islah Bahrawi: Keberanian Palestina Hajar Israel, Kagetkan Dunia
Tentara Israel tangkap pemuda Palestina

Palestina bukan Islam, bukan Kristen, bukan Arab, atau identitas primordial apapun. Bukan itu. Palestina adalah tragedi kemanusiaan yang dipertontonkan dan kolonialisme era moderen yang dijadikan industri.

Ia gimik politik dan perjanjian-perjanjian yang diingkari, dan selebihnya hanyalah sejarah peperangan yang tak seimbang. Kita jangan pernah bertanya kemana negara-negara Arab sekitar. Ini bukan karena sesama Arab, tapi soal kemanusiaan.

BACA JUGA:

Isu Palestina sejak dulu hanya heboh di kanal-kanal berita, dengan kurva konflik yang hampir mentradisi dengan solusi yang begitu-begitu saja.

Dilain pihak, sebagian dari kita di Indonesia sibuk menggalang dana untuk Palestina -memanfaatkan penderitaan orang lain- tanpa pernah bisa memastikan dana itu bermuara kemana. Belum lagi partai politik dan organisasi massa yang sibuk “Menjual” bendera Palestina dalam setiap acara dan membakar bendera Israel dalam unjuk rasa.

Ada pengutukan dan luap kemarahan yang sekedar seremonial. Saya kadang teringat kata-kata Uskup Anglikan dari Ramallah, Riah Abu al-Assam, dalam kunjungannya ke Berkeley pada tahun 2002 “Kami yang berjuang mati-matian demi tanah air, tapi darah kami menjadi merek dagang di belahan dunia lain”. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30078 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.