Inilah Tokoh Dibalik Kehebatan Perlawanan Palestina

Inilah Tokoh Dibalik Kehebatan Perlawanan Palestina
Roket diluncurkan menuju Israel dari Rafah, di selatan Jalur Gaza

London, ARRAHMAHNEWS.COM Dalam putaran pertempuran antara Hamas dan Israel di Gaza dalam belasan tahun terakhir, satu hal yang selalu muncul dalam proposisi tersebut adalah, serangan Hamas tidak efektif dalam hal menargetkan Israel dari dalam Jalur Gaza.

Dalam sebuah wawancara dengan Al-Alam, Mahmoud Al-Zahar, seorang anggota pendiri Hamas, mengatakan bahwa Soleimani memberinya koper berisi uang 22 juta dolar dalam kunjungan ke Teheran pada tahun 2006 sebagai menteri luar negeri pemerintahan Palestina dari perdana menteri Ismail Haniyeh.

Namun dalam perang kali ini, ada sesuatu yang berubah. Pada awal pertempuran saat ini, kelompok bersenjata di Gaza tampak lebih efektif dan jauh lebih bertekad.

BACA JUGA:

Sebagaimana diakui dalam artikel The Guardian, Hamas berani mengeluarkan ultimatum kepada Israel dan kemudian menembakkan rentetan besar rudal yang berhasil membuat sistem pertahanan anti-rudal Iron Dome kebanggaan entitas zionis, yang biasanya mencegat antara 85% dan 95% roket, kewalahan.

Serangan-serangan sayap militer Hamas yang mencengangkan ini tak pelak membuat Israel sekaligus publik dunia terbelalak. Beberapa bahkan bertanya-tanya bagaimana Hamas memahami kelemahan Iron Dome?.

Inilah Tokoh Dibalik Kehebatan Perlawanan Palestina
Roket diluncurkan menuju Israel dari Rafah, di selatan Jalur Gaza

Di atas segalanya, sejauh ini, satu hal yang paling menyakitkan bagi Israel. Setelah bertahun-tahun operasinya melawan Gaza, dengan penduduknya yang diblokade, kemiskinan yang parah dan perang demi perang, Hamas justru mengirim sinyal ke Israel yang menunjukkan bahwa mereka tidak hanya masih bertahan disana, tetapi mungkin lebih berbahaya dari sebelumnya.

Skala peluncuran rudal Gaza terbaru menunjukkan bahwa militer dan dinas intelijen Israel selama ini telah terlena. Dalam perang Gaza 2014, roket yang keluar dari daerah kantong pantai selama seluruh konflik 50 hari berjumlah sekitar 4.000, dengan jumlah harian tertinggi sekitar 200.

Saat ini, jumlah roket dari Gaza jauh lebih tinggi, termasuk dua kesempatan dimana lebih dari 100 roket ditembakkan dalam beberapa menit.

Apa yang tampak jelas adalah bahwa sejak 2014, konflik besar terakhir di Gaza, Hamas dan kelompok bersenjata lainnya di daerah kantong pesisir diam-diam telah membangun kembali persenjataan rudal mereka dalam skala yang lebih besar dari yang diperkirakan.

BACA JUGA:

Tahun lalu, dalam langkah yang tidak biasa, Hamas membagikan rincian pengadaan senjatanya yang dibangun kembali dengan bantuan dari Suriah dan Iran.

Akhir tahun lalu, menjelang peringatan pertama kemartiran komandan Pasukan Qods (Quds) Iran Qassem Soleimani, dua tokoh senior Palestina memuji bantuan sang Jenderal untuk kelompok perlawanan Palestina, termasuk bagaimana ia menyerahkan berkoper-koper uang tunai.

Dalam sebuah wawancara dengan Al-Alam, Mahmoud Al-Zahar, seorang anggota pendiri Hamas, mengatakan bahwa Soleimani memberinya koper berisi uang 22 juta dolar dalam kunjungan ke Teheran pada tahun 2006 sebagai menteri luar negeri pemerintahan Palestina dari perdana menteri Ismail Haniyeh.

Menurut Al-Zahar, Presiden Mahmoud Ahmadinejad saat itu mengatur pertemuan dengan Soleimani untuk membantu Gaza yang terkepung dengan bantuan kemanusiaan dan pemerintahan.

“Keputusan dibuat dengan cepat. Saya harus pergi keesokan harinya. Di bandara saya melihat beberapa koper berisi 22 juta dolar. Soleimani telah menyetujui lebih banyak, tetapi hanya ada sembilan dari kami dan kami tidak dapat membawa lebih dari itu. Setiap koper beratnya 40 kg”.

Abu Mujahid, juru bicara Komite Perlawanan Populer, sebuah kelompok Palestina juga berbicara tentang dukungan yang diberikan oleh mendiang komandan Quds itu untuk perlawanan Palestina.

“Syahid Soleimani… memberi mereka (perlawanan Palestina) rudal yang dapat menghancurkan target di jantung Tel Aviv, Haifa dan kota-kota lain rezim Zionis,” katanya kepada kantor berita Tasnim “Ketika Haji Qassem Soleimani mengirimkan rudal Kornet ke Perlawanan Palestina, perubahan besar dibuat dalam keseimbangan pencegahan sehubungan dengan rezim Zionis”.

BACA JUGA:

Kornet adalah rudal yang ditembakkan dari darat buatan Rusia. Ini sejatinya adalah senjata anti-tank, dan telah hadir di Gaza setidaknya sejak 2010. Film dokumenter televisi Aljazeera pada bulan September, mewawancarai insinyur rudal di sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, yang merujuk pada rudal yang dibuat dari sisa-sisa amunisi Israel dan pipa air, serta Kornet dan roket jarak jauh Fajr yang dipasok oleh Iran.

Iran mulai mendanai Hamas pada 1980-an dan pada akhir 2000-an menyumbang sebagian besar anggaran Hamas.

Tetapi sanksi internasional pada awal 2010-an membuat transfer dana menjadi sulit, dan hubungan menjadi tegang setelah tahun 2012, Iran mendukung Bashar Assad dalam perang Suriah dan Hamas mendukung pemberontak Suriah serta menarik markas besarnya dari Damaskus.

Meskipun Suriah dan Iran dikhianati, mereka tetap teguh membela Hamas, bukan hanya tidak mundur sedikitpun bahkan dukungan jauh lebih dahsyat dari sebelumnya.

Namun belakangan ini hubungan telah membaik dengan Haniyeh, sebagai kepala biro politik Hamas. Ia mengunjungi Teheran pada bulan Januari setelah pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani.

Pada akhir Desember 2020, Menteri Pertahanan Israel dan Perdana Menteri Alternatif Benny Ganz menandatangani perintah untuk menyita  4 juta dolar dana yang ditransfer dari Iran ke Hamas. Keputusan tersebut menargetkan pengusaha Gaza Zuhir Shamalch dan penukar uangnya Al-Mutahadun. (ARN)

Sumber: The Guardian

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30100 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.