Israel Sogok Uang ke Hamas untuk Gencatan Senjata

Israel Sogok Uang ke Hamas untuk Gencatan Senjata
Perang Israel Vs Palestina

Palestina, ARRAHMAHNEWS.COM Sebuah outlet media Arab terkemuka melaporkan pada hari Selasa (18/05) bahwa kelompok perlawanan Palestina telah menolak tawaran oleh Israel untuk mendukung perjanjian gencatan senjata dengan imbalan bantuan keuangan besar yang didanai oleh negara pesisir Teluk Arab.

Surat kabar berbahasa Arab Raialyoum dengan mengutip sumber-sumber Arab tertentu mengatakan bahwa rezim Zionis telah menawarkan melalui mediasi kepada perlawanan Palestina.

Rencananya adalah, setelah serangan terbaru rezim Zionis di Jalur Gaza, perlawanan Palestina jangan melancarkan pembalasan, lalu gencatan senjata akan dilaksanakan.

BACA JUGA:

Ia menambahkan bahwa rezim Zionis juga mengatakan bahwa jika perlawanan Palestina menerima usulan tersebut, Tel Aviv juga akan setuju dengan memberikan sejumlah besar uang dan bantuan ekonomi kepada Palestina dari negara–negara Arab di Teluk Persia. Tawaran ini ditolak oleh perlawanan yang bersikeras pada persyaratan yang telah mereka nyatakan sebelumnya.

Israel Sogok Uang ke Hamas untuk Gencatan Senjata
Perang Israel Vs Palestina

Menurut laporan yang dikutip FNA tersebut, perlawanan Palestina terus menuntut polisi dan pasukan Israel angkat kaku dari Masjid Al-Aqsa, adanya jaminan kebebasan beribadah dan sholat Muslim di Masjid Al-Aqsa tanpa batasan, dan diakhirnya kejahatan terhadap penduduk lingkungan Sheikh Jarrah. Rezim Zionis belum menerima syarat ini.

Sebelumnya, seorang utusan khusus AS juga telah menawarkan proposal untuk mengurangi ketegangan sebagai langkah pertama dalam gencatan senjata, dan menyerukan penghentian serangan roket pasukan perlawanan ke Tel Aviv sebagai imbalan penghentian pemboman menara Jalur Gaza. Tetapi sumber Palestina mengatakan bahwa perlawanan juga telah menolak proposal tersebut, karena persyaratan mereka tetap diabaikan.

BACA JUGA:

Militer Israel telah melancarkan serangkaian serangan udara di Jalur Gaza pada Senin pagi. Ledakan mengguncang Kota Gaza dari Utara ke Selatan dalam pemboman yang lebih berat, lebih luas dan berlangsung lebih lama daripada serangan udara yang menewaskan puluhan warga Palestina dan melukai puluhan lainnya pada hari Minggu.

Sedikitnya 212 orang, termasuk 58 anak-anak, telah tewas di Jalur Gaza sejak kekerasan terbaru dimulai sepekan lalu. Lebih dari 1.300 warga Palestina juga terluka.

Direktur UNRWA Matthias Schmale mengatakan Israel bahkan tidak mengizinkan adanya koridor kemanusiaan selama perang.

“Pada 2014, kami memiliki koridor kemanusiaan di mana kami dapat berpindah antar instalasi dan membawa material,” katanya kepada Al-Jazeera.

“Mereka juga menyerang sangat dekat dengan instalasi kami, jadi aturan seperti menjaga jarak (serangan) dengan instalasi (kemanusiaan) kami kurang dihargai,” tambahnya.

Ditanya tentang laporan yang menunjukkan bahwa Israel memperingatkan badan PBB itu bahwa mereka berencana untuk membom dua sekolah yang dikelola PBB, Schmale menyatakan ia belum menerima peringatan langsung sejauh ini.

“Kami memiliki lebih dari 41.000 orang di 50 sekolah, jadi akan sangat memprihatinkan jika salah satu dari instalasi ini terkena langsung,” tambahnya. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30079 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.