Laporan CIA: Israel akan Runtuh dalam 20 Tahun ke Depan

Laporan CIA: Israel akan Runtuh dalam 20 Tahun ke Depan
Neturei Karta anti-Zionist rabbis from-Munsey-NY

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM Ditengah konflik Israel Palestina yang kian memanas, sebuah studi yang dilakukan oleh Central Intelligence Agency (CIA) dan sempat hangat menghiasi headline media bertahun-tahun lalu kembali menarik untuk disimak, mengingat hasilnya yang berisi perkiraan terhapusnya keberadaan Israel di masa depan.

Laporan CIA yang dilaporkan berbagai media pada Maret 2009 itu memprediksi bahwa Israel akan runtuh dalam 20 tahun kedepan. Yang berarti 12 tahun lagi dari sekarang itu menyatakan sebagai berikut:

BACA JUGA:

“Sebuah pergerakan tak terhindarkan dari solusi dua negara ke solusi satu negara, sebagai model paling layak berdasarkan prinsip-prinsip demokrasi dari kesetaraan penuh yang menghalau momok kolonialisme Apartheid, sementara memungkinkan kembalinya pengungsi tahun 1947/1948 dan 1967. Yang terakhir ini menjadi prasyarat untuk perdamaian yang berkelanjutan di kawasan.”

Studi, yang dilaporkan hanya untuk sejumlah individu itu lebih lanjut memperkirakan kembalinya semua pengungsi Palestina ke wilayah pendudukan, dan eksodus dua juta orang Israel yang akan pindah ke AS dalam lima belas tahun ke depan.

“Ada lebih dari 500.000 orang Israel dengan paspor Amerika dan lebih dari 300.000 orang yang tinggal di wilayah California saja,” kata pengacara internasional Franklin Lamb dalam wawancara dengan Press TV kala itu, menambahkan bahwa mereka yang tidak memiliki paspor Amerika atau barat, telah mengajukan permohonan untuk itu.

Lamb lebih lanjut mengatakan bahwa apa yang selama ini terjadi menunjukkan sejarah akan menolak kolonialisme, cepat atau lambat.

“Jadi saya rasa, nanti akan ada tulisan diantara tembok-tembok publik Israel (yang berbunyi) sejarah akan menolak perusahaan kolonial cepat atau lambat”, kata Lamb lebih jauh.

BACA JUGA:

Ia mengatakan bahwa CIA dalam laporannya, menyinggung jatuhnya pemerintahan apartheid yang tak terduga di Afrika Selatan dan mengenang disintegrasi Uni Soviet pada awal 1990-an, menunjukkan berakhirnya impian ‘tanah Israel’ mau tidak mau akan terjadi, cepat atau lambat.

Studi tersebut lebih lanjut memprediksi kembalinya lebih dari satu setengah juta orang Israel ke Rusia dan bagian lain Eropa, dan menunjukkan penurunan kelahiran di Israel sementara peningkatan populasi Palestina.

Lamb mengatakan bahwa mengingat perilaku Israel terhadap warga Palestina dan Jalur Gaza pada khususnya, publik Amerika yang telah menyuarakan protesnya terhadap tindakan Tel Aviv dalam 25 tahun terakhir, mungkin ‘tidak tahan lagi’.

Beberapa anggota Komite Intelijen Senat AS telah diberitahu tentang laporan tersebut. (ARN)

Sumber: GlobalResearch

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30079 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.