PBB Tak Mau Akui Kegagalan Mereka di Yaman

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM PBB tidak mau mengakui kegagalan mereka di Yaman, dan alih-alih mengubah rencananya, PBB malah mengganti utusan.

Sebuah laporan, oleh Middle East Monitor menyoroti kebutuhan untuk mengevaluasi kinerja PBB di Yaman, sementara menunggu utusan baru dan dengan hati-hati mempelajari alasan kegagalan utusan-utusannya selama ini.

BACA JUGA:

Laporan itu menambahkan bahwa PBB menjadikan Yaman sebagai tempat uji coba bagi utusan dengan pengalaman yang cukup dalam pekerjaan kemanusiaan namun tak berpengalaman dalam urusan politik.

Jan 23, 2022
Karikatur

Utusan asal Inggris Martin Griffiths telah bekerja secara ekstensif pada program kemanusiaan, sebagaimana Griffiths bekerja untuk UNICEF sebelum pindah ke program pangan dunia.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa strategi PBB dalam menangani krisis tidak efektif. Hal ini terutama karena mereka yang meninggalkan jabatan, tiba-tiba ditunjuk menjadi mediator yang harus berani melakukan inisiatif rekonsiliasi antar pihak yang berkonflik.

BACA JUGA:

Namun, alih-alih bertindak berdasarkan prinsip dialog antara dua pihak, utusan tersebut justru melakukan tawar-menawar dengan masing-masing pihak untuk memenuhi tuntutan pihak lain.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa Griffiths memohon koalisi untuk membawa kapal tanker minyak ke Hodeidah, dan untuk mengubah kondisi untuk mencabut blokade, hanya untuk mengatakan kemudian, bahwa ada kemajuan yang signifikan dalam proses perdamaian, meskipun kenyataannya jelas tidak ada yang meningkat untuk Rakyat Yaman.

Laporan tersebut menyimpulkan bahwa Yaman, sekarang, frustrasi dan marah pada utusan PBB yang tidak memiliki pengalaman selain memompa energi negatif ke dalam proses tersebut. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

Arrahmahnews

Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

https://arrahmahnews.com/

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: