Bashar Assad: Israel Tuli Bahasa Perdamaian

Bashar Assad: Israel Tuli Bahasa Perdamaian
Pertemuan Assad dengan Faksi-faksi Palestina

Suriah, ARRAHMAHNEWS.COM Presiden Suriah Bashar Assad mengatakan bahwa keberadaan Zionis di kawasan didasarkan pada teror terhadap rakyat Palestina dan menyerang hak-hak mereka, serta tidak memahami bahasa perdamaian atau dialog.

Presiden Suriah membuat pernyataan tersebut dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin dan perwakilan faksi Palestina di Damaskus pada hari Kamis, di mana kedua belah pihak membahas perkembangan terbaru seputar tindakan agresi Israel terhadap rakyat Palestina.

BACA JUGA: 

Menurut kantor berita Suriah SANA, Assad memperbarui sikap tegas negaranya terhadap perjuangan bangsa Palestina sebagai masalah utama dan mendukung perlawanan rakyat Palestina terhadap Zionis ISrael untuk memulihkan hak-hak mereka.

Bashar Assad: Israel Tuli Bahasa Perdamaian
Pertemuan Assad dengan Faksi-faksi Palestina

Presiden Al-Assad juga meminta kepada sejumlah pemimpin dan perwakilan faksi Palestina di Damaskus, agar menyampaikan salamnya kepada semua sayap militer di Jalur Gaza, dan salam untuk Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, Brigade Al-Quds, sayap militer gerakan Jihad Islam dan semua sayap militer Palestina, rakyat Palestina di Gaza dan seluruh tanah Palestina, Raialyoum melaporkan.

Tokoh Palestina pada bagiannya, menyampaikan penghargaan kepada Suriah karena mendukung rakyat Palestina, mengatakan pendudukan rezim Israel atas Palestina dan pembantaian orang-orang Palestina membuktikan bahwa perlawanan adalah kunci untuk pemulihan hak-hak Palestina yang dilanggar dan pembebasan tanah mereka.

BACA JUGA:

Mereka juga menggarisbawahi bahwa ketahanan Suriah dalam perang melawan teroris yang didukung Barat dan Israel telah membantu meningkatkan ketabahan rakyat Palestina.

Pernyataan itu muncul ketika Israel menewaskan sedikitnya 230 warga Palestina, termasuk 65 anak-anak dan 39 wanita, melalui serangan udara di Jalur Gaza, yang dimulai pada 10 Mei. Menurut kementerian kesehatan Gaza, setidaknya 1.710 lainnya terluka akibat serangan.

Bulan lalu, ketegangan meningkat di Yerusalem al-Quds setelah pasukan dan pemukim Israel menyerang jamaah Palestina di Masjid al-Aqsa. Pasukan pendudukan Israel juga berusaha memaksa warga Palestina keluar dari rumah mereka di lingkungan Sheikh Jarrah untuk membangun permukiman baru. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30100 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.