Palestina Rayakan Kemenangan, Israel Berduka atas Kekalahan

Palestina Rayakan Kemenangan, Israel Berduka atas Kekalahan
#PalestinaMenang

Palestina, ARRAHMAHNEWS.COM – Warga Palestina di Yerusalem Timur al-Quds, Tepi Barat dan Jalur Gaza merayakan kemenangan atas Israel, ketika gencatan senjata yang secara sepihak dideklarasikan oleh Tel Aviv dan diterima oleh faksi-faksi perlawanan Palestina yang mulai berlaku pada Jumat pagi.

Gaza yang telah dibombardir selama 11 hari, menyaksikan orang-orang turun ke jalan dan meneriakkan takbir ‘Allahu Akbar’, sementara di kota Yerusalem Timur al-Quds dan Tepi Barat, orang-orang menyalakan kembang api.

BACA JUGA:

Masjid-masjid di Gaza menyiarkan takbir sebagai perayaan kemenangan dan berakhirnya agresi Israel dengan pengeras suara.

Israel pada Kamis malam mengumumkan gencatan senjata sepihak yang mulai berlaku pada pukul 2 pagi Jumat dini hari, dan kelompok perlawanan Palestina di Gaza menerimanya.

Palestina Rayakan Kemenangan, Israel Berduka atas Kekalahan
#PalestinaMenang

Pejabat senior Hamas Osama Hamdan mengatakan kelompok perlawanan telah memperoleh jaminan dari mediator Mesir bahwa serangan Israel di Gaza dan lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem al-Quds dan Masjid al-Aqsa – masalah yang memicu pertempuran – akan dihentikan.

Sebelumnya, kabinet keamanan Israel bertemu untuk membahas gencatan senjata sepihak yang akan berlaku pada hari Jumat, kata penyiar TV Kan Israel.

Dalam sebuah komentar, Times of Israel menulis pada hari Jumat bahwa perlawanan Palestina di Gaza telah berubah menjadi “monster militer yang sekarang bercita-cita untuk bersaing dengan Hizbullah dan berusaha mempermalukan Israel dari waktu ke waktu.”

Politisi Israel sebut gencatan senjata ‘memalukan’

Gideon Sa’ar, seorang politisi Israel dan pemimpin ‘New Hope party’, mengecam deklarasi gencatan senjata sepihak oleh Netanyahu , dan menyebutnya sangat “memalukan”.

“Dengan intelijen dan angkatan udara terbaik di dunia, Netanyahu bertekuk lutuk di hadapan Hamas dengan ‘gencatan senjata tanpa syarat’ – dan memalukan,” tulis Sa’ar di Twitter.

Sebelumnya, dia telah memperingatkan terhadap gencatan senjata, dengan mengatakan langkah seperti itu “akan sangat merugikan pencegahan Israel” terhadap Hamas dan kelompok perlawanan lainnya.

BACA JUGA:

Pemukim Israel di dekat Gaza diberitahu pada Kamis malam bahwa mereka dapat meninggalkan tempat perlindungan atau bunker, beberapa jam setelah mereka diinstruksikan untuk masuk ketika roket-roket terakhir ditembakkan oleh kelompok perlawanan di Gaza.

Militer Israel, bagaimanapun, meminta para pemukim komunitas dalam jarak empat kilometer dari perbatasan Gaza untuk tetap berada di dekat tempat perlindungan bom.

Dukungan pada Palestina

Analis politik Khalil Shaheen mengatakan perjuangan Palestina melawan Israel telah didukung sebagai hasil dari perlawanan mereka terhadap kejahatan rezim.

Berbicara dengan Middle East Eye, Shaheen mengatakan perjuangan melawan pendudukan telah mengambil putaran baru sejak 2014.

Setelah pengumuman gencatan senjata, seorang tokoh senior Hamas mengatakan dalam pidatonya kepada ribuan orang yang merayakan di Gaza bahwa gencatan senjata adalah kemenangan melawan rezim Israel.

“Ini adalah euforia kemenangan,” kata Khalil al-Hayya, anggota paling senior kedua dari biro politik Hamas di Jalur Gaza.

Hayya juga berjanji akan membangun kembali rumah yang hancur akibat serangan udara Israel.

Pejabat Hamas lainnya mengatakan kepada jaringan televisi Lebanon al-Mayadeen bahwa perlawanan telah menerima jaminan mengenai kebijakan Israel terhadap Tempat Suci (Haram al-Sharif) di kompleks Masjid al-Aqsa, serta Sheikh Jarrah.

“Perlawanan telah membentuk persamaan baru dan kemenangan baru,” kata Osama Hamdan.

Pejabat Hamas lainnya mengatakan kepada Reuters bahwa Israel harus mengganti kerugian yang disebabkan oleh pembomannya di Gaza dan mengakhiri pelanggarannya di Yerusalem al-Quds.

“Memang benar pertempuran berakhir hari ini, tetapi [Perdana Menteri Israel Benjamin] Netanyahu dan seluruh dunia harus tahu bahwa tangan kami berada di pemicu dan kami akan terus mengembangkan kemampuan perlawanan ini,” kata Ezzat El-Reshiq, seorang anggota dari biro politik Hamas.

Dia juga mengatakan tuntutan Palestina termasuk melindungi Masjid al-Aqsa dan mengakhiri pengusiran warga Palestina di lingkungan Sheikh Jarrah, serta memperingatkan bahwa kelompok perlawanan memiliki “tangan pemicu.” (ARN)

Sumber: PressTV

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30079 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.