Khashoggi 2, Komposer Lebanon yang Ditangkap Saudi belum Diketahui Nasibnya

Khashoggi 2, Komposer Lebanon yang Ditangkap Saudi belum Diketahui Nasibnya
Samir Safir

Arab Saudi, ARRAHMAHNEWS.COM Seorang seniman Lebanon yang ditangkap oleh Arab Saudi setelah mengungkapkan pendapatnya melawan Riyadh lebih dari sebulan, lalu masih belum diketahui nasibnya. Media-media Arab yang mempertanyakan nasibnya membandingkan situasinya dengan kasus Jamal Khashoggi.

Surat kabar Lebanon Al-Akhbar dengan mengutip sumber-sumber khusus mengatakan bahwa Riyadh telah menangkapnya karena sikap politik yang diungkapkannya dalam wawancara di televisi. Lebih dari sebulan, musisi Lebanon Samir Safir, ditangkap di Arab Saudi.

BACA JUGA:

Surat kabar Al-alam pada Rabu (26/05) mengatakan bahwa baru-baru ini, pihak berwenang di Arab Saudi mengumumkan bahwa Safir telah dipindahkan dari penjara al-Dhahaban ke penjara al-Shumaisi, tampaknya dalam persiapan deportasinya ke Beirut.

Khashoggi 2, Komposer Lebanon yang Ditangkap Saudi belum Diketahui Nasibnya
Samir Safir

Sumber Lebanon mengatakan bahwa Riyadh menangkap komposer Lebanon itu saat melakukan perjalanan ke Arab Saudi atas undangan Waleed bin Ghazi, direktur Kantor Menteri Informasi Saudi lebih dari sebulan lalu.

Setelah penangkapannya dan karena kurangnya informasi dari semua anggota keluarganya dan pejabat Lebanon, sumber-sumber Lebanon tertentu menjulukinya ‘Khashoggi 2’, merujuk pada Jamal Khashoggi, seorang jurnalis Saudi yang dibunuh oleh Riyadh.

BACA JUGA:

Surat kabar Al-Akhbar melaporkan bahwa lebih dari sebulan telah berlalu sejak artis Lebanon itu ditangkap di Arab Saudi tanpa ada yang tahu tentang nasibnya.

Menurut laporan tersebut, Arab Saudi belum secara resmi merilis pernyataan tentang alasan penangkapan Samir Safir dan dakwaan terhadapnya. Ada sejumlah “pengguna” Twitter yang membuat tuduhan bahwa komposer Lebanon itu terlibat dalam perdagangan narkoba dan menghadiri klub malam. Namun beberapa pengguna lain membantah tuduhan ini dengan menyebutnya sebagai propaganda untuk mengaburkan dari persoalan yang sebenarnya.

Pada tanggal 2 Oktober 2018, Jamal Khashoggi, seorang pembangkang Saudi, jurnalis, kolumnis untuk The Washington Post, mantan editor Al-Watan dan mantan manajer umum dan pemimpin redaksi Al-Arab News Channel, dibunuh oleh agen-agen Pemerintah Saudi di konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Ia dipancing untuk mendatangi gedung konsulat dengan dalih memberinya surat-surat untuk pernikahannya yang akan dilangsungkan. Namun sesampainya disana, Khashoggi disergap, dicekik, dan dipotong-potong oleh pasukan pembunuh Saudi yang beranggotakan 15 orang. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30079 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.