Peringatan Keras Sekjen Hizbullah terhadap Kepemimpinan Israel

Peringatan Keras Sekjen Hizbullah terhadap Kepemimpinan Israel
Sekjen Hizbullah, Sayed Hassan Nasrallah

Lebanon, ARRAHMAHNEWS.COM Sekretaris Jenderal Hizbullah, Sayed Hassan Nasrallah menyampaikan peringatan keras terhadap kepemimpinan Israel atas upaya mereka menguasai Masjidil Aqsha, menegaskan bahwa poros perlawanan diseluruh kawasan bukan hanya menjalin kontak harian dalam koordinasinya, namun bahkan perjam.

“Kalian harus mempertimbangkan kembali rencana kalian setelah pertempuran dengan Gaza dan berhati-hatilah bahwa menyerang Al-Quds, masjid Al-Aqsa, dan kesucian Islam tidak seperti serangan lainnya,” ucap Sekjen Hizbullah itu kepada kepemimpinan Israel.

BACA JUGA:

“Kalian harus tahu bahwa faksi-faksi perlawanan di kawasan tidak hanya berhubungan di basis harian, tetapi bahkan di basis per jam, dan gerakan perlawanan di kawasan tidak akan membiarkan Al-Quds dirusak,” tambahnya dalam pidato Selasa malam (25/05) memperingati pembebasan Lebanon.

Peringatan Keras Sekjen Hizbullah terhadap Kepemimpinan Israel
Sekjen Hizbullah, Sayed Hassan Nasrallah

Sebelumnya dalam pidato yang sama, sekjen Hizbullah itu menerangkan bahwa pengusiran yang terjadi di Sheikh Jarrah bukanlah perkembangan yang normal mengingat simbolisme lingkungan tersebut. Pengusiran ini merupakan kelanjutan langkah menuju Yahudisasi Al-Quds

“Netanyahu dan timnya mengira mereka hanya akan menghadapi beberapa pernyataan dan kecaman atas tindakan mereka di Sheikh Jarrah, mereka tidak menyangka Gaza ikut campur dan mengambil langkah bersejarah ini,” ungkap Nasrallah, menyatakan bahwa musuh adalah sombong dan menindas, namun sekaligus bodoh.

Nasrallah menekankan bahwa Gaza terlibat dalam pertempuran ini untuk melindungi Al-Quds. Gaza mengorbankan rakyatnya sendiri demi Al-Quds atau Masjid Al-Aqsa, ini mengungkapkan keberanian dan kebajikan yang besar.

BACA JUGA:

Rezim Tel Aviv mengalami kekalahan telak dalam konfrontasinya dengan kelompok perlawanan di Jalur Gaza. Rezim itu mengumumkan gencatan senjata pada Jumat pagi setelah 12 hari pemboman besar-besaran di Gaza, yang ditanggapi oleh perlawanan dengan menembakkan ribuan roket ke wilayah pendudukan.

Setidaknya 248 warga Palestina menjadi martir di Gaza, termasuk 66 anak-anak, sementara roket Palestina menewaskan sedikitnya 12 pemukim ‘Israel’. (ARN)

Sumber: Al-Manar

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30091 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.