Bau Busuk CIA Penyebab Kudeta dan Perang Saudara di Irak

Kronologi Irak Diambang Kudeta dan Perang Saudara
Qassem Musleh

Irak, ARRAHMAHNEWS.COM Perdana Menteri Mustofa Kazemi memerintahkan penangkapan Qasim Musleh salah satu Komandan Hashd Shabi (Pasukan Populer) yang berjasa besar dalam peperangan melawan teroris ISIS di Mosul, Irak.

Al-Askari melalui akun Twitter-nya mengungkapkan bahwa penangkapan itu karena ada intervensi “CIA” yang menuduhnya bertanggung jawab atas serangan ke pangklan militer AS Ain Al-Assad.

BACA JUGA:

Reuters dalam laporannya mengatakan bahwa Qassem Musleh ditangkap karena melakukan serangan terhadap koalisi internasional, termasuk pangkalan milter AS Ain Al-Assad, di Provinsi Al-Anbar, Irak.

Setelah berita penangkapan Qasim Musleh tersebar, ratusan kendaraan Pasukan Hasdh Shaabi Irak memasuki Zona Hijau, Baghdad, memenuhi jalan-jalan strategis, kedutaan dan komplek perumahan yang menampung Perdana Menteri Irak.

Kronologi Irak Diambang Kudeta dan Perang Saudara
Qassem Musleh

Keduataan Besar Amerika Serikat dan Pangkalan Militer AS “Al-Tauhid ke-3” di dalam kedutaan AS di dalam Zona Hijau, Baghdad, mengumumkan status siaga. Selain itu, kedutaan besar AS juga meminta Pemerintahan Baghdad untuk turun melindungi lembaga-lembaga diplomasi di Zona Hijau.

Sekjen Faksi Perlawanan Irak “Ashoib Ahl Haq” Shekh Qais Al-Khazali mengatakan “Penangkapan seorang pemimpin dan komandan penting dalam Pasukan Mobilisasi Populer “Hasdh Shaabi” dengan cara seperti ini adalah upaya jahat untuk mengacaukan situasi keamanan. Proses penangkapan di luar konteks hukum dan militer tidak lebih dari proses memperumit situasi.”

“Penangkapan ini adalah upaya untuk menciptakan kekacauan, membatalkan pemilu, membentuk pemerintahan darurat, dan mengganggu konstitusi. Kita harus melawan upaya ini dan menerapkan kembali kebijakan hukum dengan menyerahkan tahanan kepada keamanan Hasdh Shaabi,” tegasnya.

Pasukan Hasdh Shaabi Irak juga menyebar di provinsi terbesar kedua ‘Basrah’ dan mengendalikan jalan-jalan di provinsi tersebut.

BACA JUGA:

Sementara, Pasukan Nasional Irak meletakan senjata Mereka dan menolak mentaati para petinggi militer untuk menghalau Pasukan Hasdh Shaabi yang telah menyebar di jalan-jalan Irak.

Pukul 10 malam waktu setempat Dinas Intelejen Irak atas perintah Al-Kadzemi membebaskan Komandan Hasdh Shaabi dari Divisi Al-Anbar “Haji Qasim Musleh”.

Qasim Musleh dituduh sebagai dalang di balik serangan berturut-turut atas Pangkalan Militer terbesar AS di Irak “Ain Al-Asad”, dan sebagai dalang yang menggerakan Faksi-faksi Perlawanan non resmi Irak dalam melancarkan serangan drone dan rudal terhadap Pangkalan tersebut, khususnya serangan 25 Mai lalu yang disembunyikan media-media Irak maupun barat. Serangan tersebut diperkirakan telah membunuh beberapa prajurit AS di dalam Pangkalan dan menghancurkan berbagai peralatan militer AS.

BACA JUGA:

Musleh ditangkap oleh Pasukan khusus di bawah komando Abu Ragheef atas perintah PM Irak Mustafa Al-Kadzemi, beberapa hari pasca Musleh dituduh menghentikan pergerakan konvoi militer AS yang memasuki tanah Irak dari Suriah secara ilegal.

Musleh ditangkap dengan surat perintah tanpa adanya proses hukum yang legal dan putusan pengadilan dengan tuduhan melakukan tindak terorisme (menghentikan iring-iringan militer ilegal AS dari Suriah ke Irak, dan memaksa Militer AS kembali ke tanah Suriah).

Abu Ragheef menyerahkan Komandan Qasim Musleh, segera setelah penangkapan, ke sel investigasi di Pangkalan Militer Amerika Serikat, dan setelah tekanan politik dan penyebaran pasukan militer dari Hasdh Shaabi di jalan-jalan Irak dan Ibu Kota, khususnya Zona Hijau, Musleh kemudian diserahkan ke Komando Operasi Gabungan Irak atas perintah AS agar jika terjadi eskalasi Pasukan Hasdh Shaabi tidak langsung memerangi Amerika Serikat. (ARN)

Sumber: Al-Maalomah

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30583 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.