Daily Mail: 10 Ribu Angkatan Bersenjata Inggris Warga Asing

Daily Mail: 10 Ribu Angkatan Bersenjata Inggris Warga Asing
Militer Inggris

London, ARRAHMAHNEWS.COM Laporan yang dikeluarkan oleh surat kabar Daily Mail pada hari Rabu, mengungkapkan bahwa visa untuk tentara asing telah diperkuat, karena ribuan anggota angkatan bersenjata negara itu bukan warga negara Inggris. Oleh karena itu, mereka harus menanggung biaya pengajuan untuk tinggal di negara tersebut.

Laporan yang dikutip oleh Al-Maaloumah menyatakan bahwa “gaji hanya diberikan kepada mereka yang memiliki dinas di angkatan darat, laut, atau Angkatan Udara Kerajaan setidaknya selama 12 tahun.”

BACA JUGA:

Laporan itu menambahkan, “Ada sekitar 10 ribu elemen asing di dalam pasukan Inggris dari beberapa negara, termasuk Australia, Kanada, dan Kepulauan Fiji, dan menurut Kementerian Pertahanan, banyak dari pasukan ini dapat mempertimbangkan untuk mengajukan persetujuan tanpa batas waktu untuk tetap tinggal di Inggris Raya saat layanan mereka berakhir.”

Daily Mail: 10 Ribu Angkatan Bersenjata Inggris Warga Asing
Militer Inggris

Sementara itu, Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengakui keberadaan elemen-elemen tersebut di jajaran Angkatan Bersenjata Inggris, mengatakan, “Kami berhutang kepada mereka yang telah menunjukkan kepada kami layanan yang tulus dan memang benar bahwa kami mengakui kontribusi mereka tidak hanya dengan membuka jalan ke tempat tinggal dan kewarganegaraan, tetapi juga dengan meningkatkan biaya keuangan setelah 12 tahun pelayanan.”

BACA JUGA:

“Di bawah rencana baru, agen asing dapat menggunakan dua tahun terakhir masa kerja mereka untuk memastikan bahwa semua dokumen yang diperlukan telah diselesaikan, dan tidak mungkin bahwa pengecualian akan meluas ke tanggungan non-karyawan di Inggris,” kata laporan itu.

“Pengungkapan tentara asing di angkatan bersenjata ini terjadi setelah kasus pengadilan tingkat tinggi yang melibatkan delapan tentara Fiji yang bertugas di Afghanistan dan Irak yang tidak diberi izin untuk tetap tinggal tanpa batas waktu di Inggris Raya,” tulis laporan itu. (ARN)

Sumber: Al-Maalomah

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30072 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.