Israel dan AS Tak Terima PBB Putuskan Selidiki Kejahatan Zionis di Gaza

Israel dan AS Tak Terima PBB Putuskan Selidiki Kejahatan Zionis di Gaza
Anak Palestina bersepeda disamping puing-puing rumah

Palestina, ARRAHMAHNEWS.COM Dewan Hak Asasi Manusia PBB telah memutuskan untuk meluncurkan penyelidikan atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan di Gaza, Tepi Barat dan Israel selama pertempuran baru-baru ini yang melibatkan militer Israel dan kelompok perlawanan Palestina, Hamas.

Pada hari Kamis (27/05), rancangan resolusi, yang diajukan oleh otoritas Palestina dan Organisasi Kerjasama Islam, didukung oleh 24 suara Dewan berbanding 9, dengan 14 abstain.

BACA JUGA:

Langkah itu dilakukan setelah konflik 11 hari antara Israel dan Hamas awal bulan ini, di mana ratusan roket ditembakkan dari Gaza ke negara pendudukan itu, sementara daerah kantong Palestina yang berpenduduk padat dibombardir oleh serangan udara Israel.

Pertempuran itu menewaskan sedikitnya 248 orang di Gaza, termasuk 66 anak-anak, sementara 12 orang tewas di Israel.

Israel dan AS Tak Terima PBB Putuskan Selidiki Kejahatan Zionis di Gaza
Anak Palestina bersepeda disamping puing-puing rumah

Badan PBB tersebut sebagaimana dikutip RT, mengatakan penyelidikan akan mencakup “semua dugaan pelanggaran hukum humaniter internasional dan semua dugaan pelanggaran dan pelanggaran hukum hak asasi manusia internasional” di wilayah Pendudukan Palestina, termasuk Yerusalem Timur, menjelang dan sejak 13 April tahun ini.

Menurut draf teks resolusi, penilaian atas “akar penyebab” konflik akan dilakukan untuk menentukan apakah ada “diskriminasi dan represi sistematis” di sepanjang garis ras, agama dan etnis.

Lior Haiat, juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, memposting pernyataan yang mengatakan bahwa pemerintah “langsung menolak” resolusi yang diadopsi oleh sebuah badan dengan “diisi oleh mayoritas anti-Israel, dipandu oleh kemunafikan dan absurditas.”

BACA JUGA:

“Pasukan keamanan Israel bertindak dengan standar etika tertinggi,” tambah pernyataan itu, sebelum menyesali apa yang dikatakannya sebagai kurangnya pengakuan oleh PBB atas “kejahatan perang” yang dilakukan oleh Hamas.

Ia juga mencatat bahwa Israel “tidak dapat dan tidak akan bekerja sama dengan penyelidikan semacam itu.”

Sebaliknya, seorang juru bicara Hamas menyambut baik resolusi PBB tersebut, menggambarkan tindakan kelompoknya sebagai “perlawanan yang sah” dan menekankan perlunya “langkah segera untuk menghukum” Israel.

Misi AS di Jenewa juga bereaksi terhadap pemungutan suara UNHRC, dengan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya “sangat menyesali” keputusan dewan tersebut.

Ia menambahkan bahwa AS melihat langkah tersebut sebagai “gangguan” sementara negaranya dan negara-negara lain berusaha untuk “menciptakan kondisi untuk perdamaian yang langgeng dan berkelanjutan.” (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30074 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.