Terbongkar! Taqy Malik Sumbang Donasi Palestina kepada NGO Pro Teroris Suriah

Terbongkar! Taqy Malik Sumbang Donasi Palestina kepada NGO Pro Teroris Suriah
Screenshot Media

Jakarta, ARRAHMAHNEWS.COM Pegiat medsos Eko Kuntadhi mengungkap donasi untuk Palestina yang digalang oleh Taqy Malik sebagian uangnya disumbangkan kepada salah satu NGO Sahabat Al-Aqsha yang jelas-jelas pro pemberontak atau lebih jelasnya teroris Suriah lewat kitabisa.com.

Kita bisa lacak siapa Sahabat Al-Aqsha ini. Lihat saja kecenderungannya dalam konflik Suriah. Ia berdiri mendukung pemberontak memerangi pemerintah yang sah

Menurut Eko, sebetulnya ini yang saya khawatirkan dalam gerakan bela Palestina. Itu itu dijadikan bahan mengumpulkan donasi, yang akhinya disalurkan secara salah.

BACA JUGA:

Saya sendiri sampai sekarang kukuh mendukung pembebasan Palestina dari agresi zionis Israel. Pandangan saya soal Palestina sama seperti pemerintah Indonesia sejak zaman Soekarno.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Tapi seringkali gerakan save Palestina disalahgunakan. Malah dimanfaatkan untuk mendukung gerakan yang bersimpati pada teroris.

Ini hanya satu contoh. Taqy Malik berpromosi mengumpulkan donasi untuk Palestina. Terkumpul uang Rp5 miliar. Dari uang itu, Rp1 miliar diserahkan pada PMI. PMI nanti akan menyalurkan secara resmi.

Sampai disini masih ok.

Tapi ada dana Rp500 juta diserahkan kepada sahabat Al-Aqsha.

Kita bisa lacak siapa Sahabat Al-Aqsha ini. Yang paling mudah lihat saja kecenderungannya dalam konflik Suriah. Sahabat Al-Aqsha berdiri mendukung pemberontak memerangi pemerintah yang sah.

Begini. Presiden Suriah Bashar Assad adalah salah satu kelapa negara di dunia yang sangat keras menentang Israel. Pembelaannya pada Palestina sangat terus terang. Bersama Iran, Lebanon dan Jordania.

Dan Assad untuk Palestina tidak terkira. Bahkan banyak pemimpin Palestina berkantor di Damaskus. Difasilitasi dan dibiayai oleh Assad.

Karena pembelaannya itulah Bashar Assad dimusuhi AS dan Israel. Plus isu pipa gas yang akan dibangun melintasi Suriah, yang dianggap merugikan kepentingan negara-negara Barat dan AS. Karena perpaduan kondisi itulah mereka sangat antusias mendongkel Assad.

BACA JUGA:

Tapi mendongkel Assad gak mudah. Dalam Pemilu Assad menang. Dipilih oleh rakyatnya dengan suara 75%. Bahkan Pemilu yang baru saja digelar, 90% lebih rakyat Suriah masih menginginkan Assad jadi Presiden.

Sekitar 2012 dimulailah petualangan itu. Sapuan Arab Spring ingin dibesarkan di Suriah. Bermula dari protes kecil yang biasa terjadi di sebuah negara, tetiba di Suriah terjadi kerusuhan besar.

Ribuan orang dari luar Suriah masuk negeri itu. Membawa senjata. Mau menguasai negeri yang tadinya makmur. Di dunia dibangun narasi bahwa yang terjadi di Suriah adalah konflik Sunni-Syiah. Maksudnya Assad distempel Syiah. Dan yang menentangnya adalah Sunni.

Padahal Assad adalah penganut Islam Sunni. Dan dia memerangi orang yang mau merebut negerinya secara serampangan.

Narasi konflik Suni-Syiah itu memang khas gerombolan garis keras. Mereka selalu mencari celah untuk memprovokasi perpecahan. Sekaligus sebagai promo mengundang para jihadis dari seluruh dunia.

Ratusan ribu orang masuk ke Suriah. Ngakunya mau jihad. Sebagian dari Indonesia. Bergabung dengan ISIS, Alqaedah, Jahat Nusra, atau gerombolan teroris lainnya.

Ketika gerombolan teroris itu terluka, rumah sakit Israel gercep menampungnya. Mengobati para teroris untuk kembali berperang di Suriah. Jika Suriah hancur, rezim zionis Israel senang. Salah satu musuh besarnya bisa diruntuhkan.

Jangan heran jika PM Netanyahu sendiri sempat membesuk langsung para teroris itu. Menyemangatinya. Untuk kembali berperang. Merampas tanah di Suriah. Menjadikannya negeri gurun tanpa peradaban.

BACA JUGA:

Gak usah kaget jika para teroris itu gak pernah bermusuhan dengan Israel. Mereka hanya mengobrak-abrik negeri yang memusuhi zionis. Libya juga hancur oleh kebuasan mereka.

Jadi memusuhi pemerintah Suriah sebetulnya adalah cara yang terang membela kekuatan zionis.

Nah, ketika sebagian dana bela Palestina disalurkan kepada Sahabat Al-Aqsha yang jelas bersimpati pada para teroris di Suriah. Kita tentu heran.

Bagaimana orang Indonesia mengumpulkan dana untuk rakyat Palestina, tapi justru sebagian dana tersebut disumbangkan kepada kekuatan yang terang-terangan satu kubu dengan kepentingan Israel. Disumbangkan pada gerombolan yang bersimpati pada perusak negera yang secara terus menerus menentang agresi Israel.

Menghancurkan Suriah. Sama saja dengan menambah kekuatan zionis. Membela teroris di Suriah, sikapnya sama dengan PM Netanyahu. Yang sangat serius mendukung ISIS dan Alqaedah di Suriah.

BACA JUGA:

Jadi, Rp500 juta sumbangan rakyat Indonesia. Justru diserahkan untuk membantu mereka yang bersekutu dengan kepentigan zionis. Kan miris!

Sebetulnya mereka gak benar-benar membela Palestina. Mereka hanya menggunakan isu Palestina untuk mengasong sumbangan buat kelompoknya sendiri. Kelompok yang gerakannya senada dengan zionis.

Kasian banget rakyat kita. Ketidaktahuannya tentang geopolitik justru dimanfaatkan. Kasian rakyat Palestina. Namanya hanya dijual saja.

“Kadang ya, mas. Orang yang terbiasa hidup dalam gelap, matanya akan sakit ketika melihat sinar matahari, ” Abu Kumkum seolah berfilsafat. Sok, tahu lu Kum!. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30079 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.