Fokus

Qa’ani: Saatnya Palestina Ambil Alih Administrasi Seluruh Wilayah Pendudukan

Pesan perlawanan terhadap anak-anak Palestina adalah kalian harus mrencanakan pengelolaan administrasi seluruh Palestina, karena orang-orang Israel akan segera kembali ke rumah mereka di Eropa dan AS.

Iran, ARRAHMAHNEWS.COM Kepala Pasukan Quds Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) menyatakan sudah waktunya bagi Israel untuk berpikir tentang meninggalkan Palestina dan pulang ke rumah mereka di Eropa dan Amerika.

Pernyataan Jenderal Ismail Qa’ani pada sebuah upacara di Teheran, Sabtu (29/5/2021) pada hari ke-40 sejak wafatnya wakilnya Brigadir Jenderal Mohammad Hejazi setelah perang 11 hari Israel baru-baru ini di Gaza yang menandai unjuk kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh Resistensi Palestina, FNA melaporkan.

BACA JUGA:

“Dalam tiga hari pertama perang Palestina dengan rezim Zionis, kami menembakkan rudal ke wilayah pendudukan sebanyak rudal yang ditembakkan pada perang (22 hari) sebelumnya. Ini adalah kekuatan Front Perlawanan,” kata Jenderal Qa’ani, mengacu pada perang yang dimulai pada 27 Desember 2008.

Menurut jenderal tersebut, “lebih dari 3.000 rudal yang ditembakkan oleh perlawanan ke wilayah pendudukan diproduksi di wilayah yang sama” yang dihancurkan pada tahun 2008 di bawah kampanye udara Israel yang ganas dan kemudian dikenal sebagai pembantaian Gaza.

“Mulai sekarang, pesan perlawanan terhadap anak-anak Palestina adalah kalian harus mrencanakan pengelolaan administrasi seluruh Palestina’, dan tanpa diragukan lagi, rezim Zionis harus memikirkan ketika tanah ini tidak lagi di bawah kendali mereka,” kata Jenderal Qa’ani.

“Saya menyarankan semua Zionis untuk kembali dan membeli rumah Anda sendiri yang kalian jual di Eropa dan Amerika serta di tempat lain sebelum datang ke tanah Palestina menjadi lebih mahal daripada sekarang.”

BACA JUGA:

Israel melancarkan serangan udara terhadap Gaza pada 10 Mei, setelah pembalasan Palestina terhadap serangan kekerasan terhadap jamaah di kompleks Masjid al-Aqsa dan berencana untuk memaksa sejumlah keluarga Palestina keluar dari rumah mereka di lingkungan Sheikh Jarrah, Yerusalem al-Quds.

Tampaknya terkejut dengan serangan roket yang belum pernah terjadi sebelumnya dari Gaza, Israel mengumumkan gencatan senjata sepihak pada 21 Mei, yang diterima oleh kelompok perlawanan Palestina dengan mediasi Mesir.

“Perlawanan Palestina bertindak sedemikian rupa sehingga sejak hari pertama, rezim Zionis memohon negara-negara perantara untuk menyerukan dan menekan Palestina untuk menghentikan perang,” kata Qa’ani.

Menurut kepala Pasukan Quds, “banyak fasilitas infrastruktur di wilayah pendudukan berada dalam jangkauan rudal Palestina” selama perang Gaza baru-baru ini, tetapi kelompok perlawanan tidak menyerangnya, karena tahu tidak akan butuh waktu lama bagi mereka untuk menggunakan fasilitas tersebut.

“Sebagai seseorang di sisi Front Perlawanan, saya mengatakan bahwa waktu telah berlalu ketika rezim Zionis ingin membunuh anak-anak Palestina dengan senjata, peluru dan rudal, karena Palestina memproduksi di wilayah mereka sebagian besar sarana yang digunakan Israel untuk melawan mereka”, kata Jenderal Qa’ani. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Arrahmahnews Media Terpercaya

Statistik Blog

  • 56.049.874 hit

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 7.549 pelanggan lain

Copyright © 2021 Arrahmahnews All Rights Reserved

To Top
%d blogger menyukai ini: