MEE: Kembalinya keluarga ISIS ke Mosul adalah Bom Waktu

MEE: Kembalinya keluarga ISIS ke Mosul adalah Bom Waktu
MEE: Kembalinya keluarga ISIS ke Mosul adalah Bom Waktu

Irak, ARRAHMAHNEWS.COM Kembalinya keluarga ISIS dari kamp Al-Hol di Suriah, ke kota Mosul di rak, sebagai bom waktu yang akan mengulangi skenario 2014, surat kabar Inggris “Middle East Eye” memperingatkan.

Al-Maalomah yang mengutip laporan MEE, mengatakan bahwa “sekitar 300 orang atau 90 keluarga ISIS dipindahkan dari kamp al-Hol yang dikelola Kurdi di timur laut Suriah, dan dijaga oleh tentara Irak, yang menimbulkan ketakutan di antara penduduk yang selamat dari kengerian teroris ISIS di kota tersebut.”

BACA JUGA:

Laporan itu juga menambahkan, “Ini adalah proses pertama pemulangan keluarga Irak dari kamp, yang menampung lebih dari 60.000 orang, termasuk kerabat kombatan ISIS, dan itu dilakukan dalam kerangka kesepakatan antara Baghdad dan koalisi multinasional internasional di wilayah tersebut.”

MEE: Kembalinya keluarga ISIS ke Mosul adalah Bom Waktu
Kamp Al-Hol di Suriah

“Langkah ini menimbulkan ketakutan dan mimpi buruk bagi banyak penduduk kota Mosul, yang menjadi pusat kekhalifahan selama tiga tahun kekuasaan teroris, karena pejuang ISIS memberlakukan interpretasi ekstremis, melarang musik dan merokok serta memberlakukan hukuman keras dan brutal, termasuk pemenggalan di depan umum, bagi mereka yang melanggar aturan mereka,” tulis laporan itu.

Sementara itu, seorang tentara Irak bernama Omar mengatakan ayahnya dibunuh oleh seorang teroris ISIS, “Kami benar-benar menentang mereka kembali,” dan menambahkan bahwa “masa depan kami gelap dan berbahaya karena teroris akan tinggal di dekat kami, mereka seperti bom waktu.”

Di sisi lain, seorang pejabat di pemerintahan Kurdi Suriah mengatakan, “Keberangkatan tersebut merupakan gelombang pertama dari keluarga Irak yang meninggalkan kamp Al-Hol,” dan menambahkan bahwa “sebagian besar yang datang adalah wanita dan anak-anak, serta hampir semuanya berasal dari provinsi tetangga Anbar, yang juga merupakan bekas kubu teroris ISIS”.

BACA JUGA:

Ali al-Bayati, anggota Komite Hak Asasi Manusia Irak mengatakan, “Ketakutan penduduk berasal dari kurangnya transparansi, karena tidak ada yang tahu apakah orang-orang ini telah diinterogasi atau telah diselidiki,” dan menekankan bahwa “sebelum penerimaan mereka, [otoritas] harus memastikan untuk tidak mengajukan tuntutan apa pun terhadap mereka atau melakukan kejahatan.”

Aktivis hak asasi manusia dari Mosul, Omar al-Hasani, mengungkapkan keraguannya dengan mengatakan, “Pemerintah harus berhati-hati karena keluarga menghabiskan bertahun-tahun di kamp Al-Hol di bawah pengaruh teroris di sana.” (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30079 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.