Saudi Bebaskan Komposer Lebanon Pendukung Hizbullah Setelah Ditahan 50 Hari

Saudi Bebaskan Komposer Lebanon Pendukung Hizbullah Setelah Ditahan 50 Hari
Saudi Bebaskan Komposer Lebanon Pendukung Hizbullah Setelah Ditahan 50 Hari

Arab Saudi, ARRAHMAHNEWS.COM Otoritas Arab Saudi akhirnya membebaskan penyanyi dan komposer Lebanon terkemuka, yang dikenal karena pendapat politiknya yang mendukung Presiden Lebanon Michel Aoun, serta gerakan perlawanan Hizbullah.

Samir Sfeir tiba di Bandara Internasional Beirut-Rafik Hariri dari Arab Saudi dengan penerbangan Middle East Airlines pada Kamis sore, setelah penahanan 50 hari, kebanyakan di sel isolasi, di kerajaan ultra-konservatif itu.

BACA JUGA:

Komposer yang pernah tinggal di Arab Saudi selama lima tahun itu mengatakan ia sekarang dilarang kembali.

 

“Saya terganggu dengan caranya. Saya berharap mereka hanya menyuruh saya pergi dan tidak kembali. Saya akan melakukannya, ”katanya sebagaimana dikutip Press TV.

Sfeir mengatakan ia adalah “tahanan politik” di kerajaan dan para penculiknya hanya menanyainya tentang masalah politik, termasuk hubungannya dengan Hizbullah dan Presiden Aoun. Tidak ada tuntutan, katanya.

Saudi Bebaskan Komposer Lebanon Pendukung Hizbullah Setelah Ditahan 50 Hari
Samir Sfeir

“Penyelidik memberi tahu saya bahwa saya membuat pernyataan politik,” kata Sfeir. “Dalam sistem mereka, mereka tidak memiliki hal seperti itu. Mereka tidak setuju”.

Keberadaannya tidak jelas hingga 28 April, ketika Kementerian Luar Negeri dan Emigran Lebanon mencoba bertanya kepada pihak berwenang Saudi tentang dirinya dan alasan penahanannya.

BACA JUGA:

Ia mengatakan bahwa dirinya adalah korban dari kampanye fitnah online yang menggunakan tweet dan komentar TV lamanya, yang dia klaim disalahartikan sehingga terlihat menyinggung Arab Saudi.

Ia mengatakan dugaan kampanye kotor diluncurkan setelah ia memposting foto dirinya menerima vaksin di kerajaan, yang memicu kemarahan di antara pengguna media sosial Saudi, yang mengira ia tidak pantas dan meminta pihak berwenang untuk mengusirnya.

Sfeir dikenal karena pernyataan politiknya di media dan di platform lain untuk mengkritik lawan Aoun, dan telah menyatakan dukungannya yang teguh kepada Hizbullah sebagai pembela persatuan Lebanon.

Beberapa outlet media Lebanon melaporkan bahwa Sfeir juga ditanyai tentang tweet politiknya yang mengkritik Arab Saudi dan mencemooh perangnya melawan Yaman.

Penahanan Sfeir menimbulkan kekhawatiran di dalam negeri bahwa ia adalah korban terbaru dari meningkatnya ketegangan antara Lebanon dan Arab Saudi. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30071 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.