Al-Akhbar: Hizbullah-Hamas Bahas Pembebasan Palestina

Al-Akhbar: Hizbullah-Hamas Bahas Pembebasan Palestina
Al-Akhbar: Hizbullah-Hamas Bahas Pembebasan Palestina

Lebanon, ARRAHMAHNEWS.COM Pemimpin gerakan perlawanan Hamas, Ismail Haniyeh dan dan Hizbullah, Sayyid Hassan Nasrallah, bertemu di Lebanon pada tahun lalu untuk menyusun rencana pembebasan wilayah pendudukan Israel, sebuah surat kabar Lebanon melaporkan.

Menurut harian Al-Akhbar yang bermarkas di Beirut, serangan baru-baru ini terhadap Israel selama 11 hari perang Gaza adalah bagian dari rencana pembebasan.

BACA JUGA:

Perlawanan Palestina mengadopsi taktik yang digunakan oleh Hizbullah selama perang 2006 dengan mendirikan situs peluncuran roket tiruan untuk menipu angkatan udara Israel, kata laporan itu.

Ansarullah Yaman juga berkomunikasi dengan Hamas dan meminta koordinat situs yang ingin ditargetkan dengan rudal dan drone, tetapi Hamas mengatakan kepada gerakan populer untuk tidak melakukan intervensi selama tentara Israel tidak melewati “garis merah”.

Al-Akhbar: Hizbullah-Hamas Bahas Pembebasan Palestina
Hamas-Hizbullah

Tel Aviv mulai membom Gaza pada 10 Mei, setelah pembalasan Palestina terhadap serangan kekerasan terhadap jamaah di Masjid al-Aqsa dan rencana Israel untuk memaksa sejumlah keluarga Palestina keluar dari rumah mereka di lingkungan Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur.

Tampaknya serangan roket yang belum pernah terjadi sebelumnya dari Gaza, memkasa Israel mengumumkan gencatan senjata sepihak pada 21 Mei, yang diterima oleh kelompok perlawanan Palestina dengan mediasi Mesir.

BACA JUGA:

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada minggu lalu, kepala Hizbullah Lebanon Hassan Nasrallah memperingatkan bahwa setiap agresi terhadap Yerusalem al-Quds atau situs suci kota itu berarti perang regional.

“Ketika situs suci menghadapi ancaman serius, tidak ada garis merah,” katanya. “Semua gerakan perlawanan tidak bisa duduk diam dan melihat situs suci dalam bahaya.”

Demikian pula, pemimpin Hamas di Gaza, Yahya Sinwar, memperingatkan perang regional jika tempat-tempat suci diserang, bahwa semua kelompok perlawanan akan bersatu dalam pertempuran di masa depan.

“Hassan Nasrallah harus ditanggapi dengan serius; dia adalah musuh Israel yang paling kredibel, dia biasanya tidak membuat ancaman kosong,” kata seorang sumber keamanan senior Israel kepada situs berita al-Monitor dengan syarat anonimitas. “Fakta bahwa dia bergabung dengan Sinwar pada saat ini dan mengumumkan bahwa setiap tindakan sepihak Israel di Yerusalem akan menyebabkan perang harus diperlakukan … sebagai peringatan yang sangat serius.”

Mantan anggota parlemen Israel Zvi Hauser mengatakan, “Ini mungkin terakhir kalinya Israel menghadapi Hamas sendirian. Di masa depan, Israel akan ditantang pada saat yang sama di front tambahan, seperti front utara, membuat tantangan lebih berat.” (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30074 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.