8 Fakta Mengerikan Naftali Bennett, Calon Pengganti Netanyahu

Israel, ARRAHMAHNEWS.COM Politisi Sayap Kanan Israel yang memimpin Partai Yamanin, Naftali Bennett, hampir dipastikan akan menjadi Perdana Menteri Baru menggantikan pendahulunya, Benyamin Netanyahu. Bennet yang berusia 49 tahun itu terkenal dengan sikap ekstrem yang tidak mengakui adanya negara Palestina.

Berikut adalah 8 Fakta mengerikan yang dikatakan atau dilakukan Bennet:

1) Di tahun 2010-2012, ia adalah kepala badan politik utama (Dewan Yesha) yang mewakili pemukim Israel yang tinggal di tanah pendudukan Palestina yang melanggar hukum internasional dan merupakan pendukung setia perusahaan pemukiman ilegal Israel.

Des 8, 2021
Naftali Bennett dan Netanyahu

2)Dalam debat televisi 2010 dengan anggota Knesset Palestina, Ahmad Tibi, Bennett mengatakan: “Ketika kalian masih berayun-ayun di pohon, kami sudah memiliki negara Yahudi.”

BACA JUGA:

3) Pada tahun 2013, Bennett memicu kontroversi dengan mengatakan orang-orang Palestina adalah teroris dan harus dibunuh. Dilaporkan bahwa selama rapat kabinet tentang pembebasan tahanan Palestina, ia menyatakan: “Jika kita menangkap teroris, kita hanya perlu membunuh mereka… Saya telah membunuh banyak orang Arab dalam hidup saya, dan tidak ada masalah dengan itu.”

 

4) Pada bulan April 2014, Sebagai Menteri Ekonomi dan Layanan Agama saat itu Bennett merilis sebuah surat yang ditujukan kepada warga Palestina Israel, yang merupakan sekitar 20% dari populasi, memperingatkan mereka agar tidak menjadi “fifth column”. Fifth Column (Kolom kelima) adalah sekelompok orang yang melemahkan kelompok yang lebih besar dari dalam, biasanya mendukung kelompok atau bangsa musuh.

5) Bennett juga menganjurkan peningkatan kontrol Yahudi atas kompleks masjid Suci (Masjid Al-Aqsha) yang dihormati di Yerusalem Timur. Pada bulan Februari 2014, Bennett mengatakan pada pertemuan Konferensi Presiden Organisasi Besar Yahudi bahwa Israel berusaha untuk melakukan kontrol yang lebih besar atas Tempat Suci itu, menyatakan bahwa ia telah mengambil langkah-langkah yang “pada akhirnya akan mempengaruhi sisi timur Yerusalem

6) Pada tahun 2014 juga, Bennett menulis untuk The New York Times, dengan judul, “Bagi Israel, Dua Negara Bukan Solusi,” mengulangi sekali lagi penentangannya terhadap penentuan nasib sendiri bangsa Palestina dan rencananya untuk mencaplok 60% Tepi Barat.

BACA JUGA:

7) Pada tahun 2018, Bennett mengatakan bahwa jika ia menjadi menteri pertahanan, ia akan memerintahkan kebijakan “tembak untuk membunuh” terhadap warga Palestina yang mencoba berjalan melintasi perbatasan antara Israel dan Gaza.

Ketika ditanya apakah dia akan menginstruksikan tentara untuk membunuh anak-anak Palestina, Bennett berkata, “Mereka bukan anak-anak – mereka adalah teroris.”

8) Pada tahun 2020, sebagai Menteri Pertahanan, Bennett memerintahkan penghentian pengujian yang dijalankan tentara Israel terhadap warga Palestina untuk COVID-19 di Jalur Gaza, di tengah pandemi. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: