MbS-Pentagon Gelar Pembicaraan Pasca Kekalahan Saudi di Jizan

MbS-Pentagon Gelar Pembicaraan Pasca Kekalahan Saudi di Jizan
MbS-Pentagon Gelar Pembicaraan Pasca Kekalahan Saudi di Jizan

Arab Saudi, ARRAHMAHNEWS.COM Pasca kesuksesan pasukan Yaman dan gerakan Ansharullah dalam operasi baru-baru ini di Jizan, Amerika Serikat dan Arab Saudi mengadakan pembicaraan membahas perang kerajaan yang berlarut-larut terhadap negara tetangga Arabnya itu.

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin berbicara dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) membahas keamanan regional dan perang di Yaman pada hari Rabu (02/06).

BACA JUGA:

“Austin dan MbS mengadakan pembicaraan tentang “upaya bilateral yang sedang berlangsung untuk meningkatkan pertahanan Arab Saudi,” kata juru bicara Pentagon John Kirby dalam sebuah pernyataan.

 

“Austin mencatat apa yang disebutnya “keberhasilan baru-baru ini Arab Saudi dalam mengalahkan serangan Houthi (gerakan Ansarullah) di Kerajaan” dan berterima kasih kepada bin Salman karena telah bekerja dengan utusan khusus AS untuk Yaman, Tim Lenderking, guna mengakhiri perang Yaman,” kata Kirby.

MbS-Pentagon Gelar Pembicaraan Pasca Kekalahan Saudi di Jizan
Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman

Dalam beberapa bulan terakhir, gerakan Ansarullah, yang menjalankan pemerintahan Sana’a, telah meningkatkan operasi militernya terhadap Arab Saudi, memperingatkan bahwa mereka akan terus menargetkan posisi Saudi, termasuk bandara dan pangkalan udara, selama koalisi pimpinan Saudi. Terus mengobarkan perang dan memberlakukan blokade terhadap Yaman.

Didukung oleh kekuatan Barat, perang yang dipimpin Saudi diluncurkan pada Maret 2015 dan sejauh ini telah menewaskan ratusan ribu warga sipil Yaman, termasuk wanita dan anak-anak, dan menghancurkan infrastruktur vital negara itu, yang mengarah pada apa yang disebut PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di Dunia.

BACA JUGA:

Para penjajah bagaimanapun gagal mencapai tujuan perang mereka, yaitu mengalahkan gerakan Houthi dan memasang kembali pemerintahan pro-Riyadh di Sana’a, meski mendapat semua dukungan dari AS dan sekutu Barat mereka.

Sementara itu, angkatan bersenjata dan Komite Populer Yaman telah semakin kuat melawan penjajah yang dipimpin Saudi, meninggalkan Riyadh dan sekutunya terjebak dalam perangnya sendiri.

Sejalan dengan kemenangan Yaman, Amerika Serikat dan sekutunya mulai menyerukan gencatan senjata. Arab Saudi bahkan mempresentasikan rencana gencatan senjata beberapa bulan lalu, yang ditolak oleh Yaman, karena rencana itu tidak memenuhi kepentingan Yaman. (ARN)

Sumber: PressTV

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30072 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.