China: Perilaku AS Mata-matai Negara Lain Tak Bisa Diterima

China: Perilaku AS Mata-matai Negara Lain Tak Bisa Diterima
China: Perilaku AS Mata-matai Negara Lain Tak Bisa Diterima

China, ARRAHMAHNEWS.COM China mengatakan bahwa perilaku AS memata-matai para pemimpin sekutu Eropa dan lainnya di seluruh dunia adalah sangat “tidak dapat diterima dan tidak dapat ditoleransi”, menekankan bahwa Washington harus dibawa ke pengadilan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengatakan pada hari Kamis (03/06) bahwa AS telah menjadi juara memata-matai negara lain, termasuk sekutunya sendiri, dan bahwa dunia pantas mendapatkan penjelasan yang bertanggung jawab.

BACA JUGA:

“Spionase AS atas sekutunya tidak dapat diterima, apalagi tindakan berani menyadap seluruh dunia yang sama sekali tidak dapat ditoleransi. Amerika Serikat memang selama ini diakui sebagai pencuri rahasia nomor satu di dunia dengan berbagai metode. Ini termasuk mensimulasikan sinyal stasiun pangkalan untuk menyadap dan mencuri data dari ponsel, manuver aplikasi seluler, meretas ke server cloud, dan bahkan menyadap kabel serat optik bawah laut”, kata Wang sebagaimana dikutip Al-Manar, Kamis (03/06).

China: Perilaku AS Mata-matai Negara Lain Tak Bisa Diterima
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin

Komentarnya ini disampaikan setelah penyiaran publik Denmark, Danmarks Radio (DR), dalam sebuah laporan investigasi mengatakan pada hari Minggu bahwa jaringan mata-mata AS yang terkenal, Badan Keamanan Nasional (NSA), telah berkolusi dengan unit intelijen militer Denmark, FE, untuk mengintai para politisi senior Eropa, termasuk Kanselir Jerman Angela Merkel.

Laporan tersebut menambahkan bahwa FE telah memberikan akses internet terbuka kepada NSA untuk memata-matai pesan teks SMS, panggilan telepon, dan lalu lintas internet, termasuk pencarian, obrolan, dan layanan pesan politisi Eropa.

BACA JUGA:

Merkel dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, serta banyak pemimpin lainnya, saat ini mendesak Kopenhagen untuk segera memberi penjelasan. Mereka telah menekankan bahwa perilaku seperti itu sama sekali tidak dapat diterima.

Amerika Serikat “Juga telah menyadap sekitar 100 kedutaan dan konsulat di negara lain untuk mencuri rahasia. Pengungkapan media baru-baru ini tentang penyadapan Amerika Serikat pada sekutu Eropanya hanyalah puncak gunung es dari jaringan pembocor rahasia global besar negara itu, dan AS berutang penjelasan kepada komunitas internasional, ”kata Wang lebih lanjut.

Juru bicara kementerian luar negeri China itu lebih lanjut juga mengecam Washington karena intimidasi dan sifat munafiknya.

“Untuk waktu yang lama, AS mengandalkan keunggulan teknologinya untuk melakukan perekaman dan penyadapan skala besar tanpa pandang bulu; sementara di sisi lain, mereka secara serampangan menindas perusahaan-perusahaan non-AS yang beroperasi secara legal dengan dalih apa yang disebut keamanan nasional. Standar ganda seperti itu telah sepenuhnya mengekspos kemunafikan dan sifat intimidasi hegemoniknya, ”kata Wang.

Ia juga mengatakan bahwa apa yang disebut Program Jaringan Bersih yang diajukan oleh AS hanyalah sebuah gerakan untuk memperkuat monopolinya di bidang teknologi tinggi, membuka jalan bagi “tindakan pencurian rahasianya. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30089 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.