Analis: Hamas Berhasil Paksa Israel Bayar Mahal atas Agresi ke Gaza

Palestina, ARRAHMAHNEWS.COM Giorgio Cafiero, CEO sebuah perusahaan konsultan risiko geopolitik yang berbasis di AS, mengatakan perlawanan Palestina berhasil membuat Israel “membayar dengan harga mahal” atas agresi militernya terhadap Jalur Gaza yang terkepung.

“Selama perang Gaza-Israel terbaru, roket Hamas berhasil menempatkan orang-orang Israel di seluruh negeri dalam bahaya, menempatkan Israel dalam kebuntuan. Secara ekonomi, situasi itu tidak berkelanjutan bagi Israel. Oleh karenanya, terlepas dari sistem Iron Dome, Hamas berhasil membuat Israel membayar mahal atas tindakan militernya terhadap Gaza,” kata Cafiero dari Gulf State Analytics kepada Press TV.

BACA JUGA:

Cafiero juga mengingatkan pemerintahan Arab lainnya soal mengikuti jejak Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Sudan, dan Maroko untuk menormalkan hubungan dengan Israel setelah pertumpahan darah bulan lalu di Palestina.

“Reaksi dari banyak orang di seluruh dunia Arab/Islam terhadap kekerasan bulan lalu di Israel/Palestina adalah pengingat bagi semua rezim Arab bahwa masalah Palestina yang belum terselesaikan, tetap dekat dan dicintai oleh banyak orang Arab,” katanya.

Des 8, 2021
Giorgio Cafiero, CEO dari Gulf State Analytics

“Sederhananya, semua pemerintah Arab telah diingatkan bahwa perjuangan Palestina bukanlah sesuatu yang dapat dilikuidasi atau dikubur,” dimana selama ini pemikiran itu merupakan asumsi yang dibuat oleh para pendukung apa yang disebut kesepakatan abad ini oleh mantan presiden AS Donald Trump, yang sangat pro- Skema Tel Aviv,” ujar Cafiero menambahkan.

Agresi Israel di Gaza, yang dimulai pada 10 Mei, menewaskan lebih dari 260 warga Palestina dan melukai lebih dari 1.900 lainnya, sebelum gencatan senjata mulai berlaku pada 21 Mei.

BACA JUGA:

Agresi tersebut terjadi setelah berminggu-minggu pelecehan Israel terhadap warga Palestina di Yerusalem al-Quds dan upaya untuk mengambil alih tanah Palestina di lingkungan Sheikh Jarrah.

Cafiero juga mengesampingkan kemungkinan bahwa negara-negara, yang mencapai kesepakatan normalisasi dengan Israel tahun lalu seperti UEA dan Bahrain, akan memutuskan hubungan dengan Tel Aviv atas agresi Israel terbaru di Gaza, mencatat bahwa mereka ingin memajukan kepentingan mereka sendiri.

UEA dan Bahrain menandatangani kesepakatan normalisasi dengan Israel dalam sebuah upacara yang diselenggarakan oleh Trump di Gedung Putih September lalu. Acara tersebut diikuti oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Palestina telah mengutuk perjanjian itu sebagai tikaman di punggung mereka dan penghinaan langsung terhadap tujuan mereka untuk membebaskan tanah mereka dari pendudukan Israel. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: