Sebar Berita Bohong dan SARA, Cyber Indonesia Resmi Laporkan Haikal Hassan

Sebar Berita Bohong dan SARA, Cyber Indonesia Resmi Laporkan Haikal Hassan
Sebar Berita Bohong dan SARA, Cyber Indonesia Resmi Laporkan Haikal Hassan

Jakarta, ARRAHMAHNEWS.COM – Buntut pernyataan Haikal Hassan Barras diduga menyebarkan berita bohong dan SARA terkait haji hingga membuat kegaduhan di masyarakat, meskipun dia sudah meminta maaf, tapi masyarakat sudah terlanjur merespon info yang telah tersebar.

Ketua Cyber Indonesia, Muannas Alaidid hari ini resmi melaporkan Haikal Hassan, informasi ini kami dapatkan dari cuitan di akun Twitter Muannas, dia menyatakan “Cyber Indonesia besok senin putuskan akan resmi laporkan haikal hasan karena ini delik umum, entah sdh ke berapa laporan thdnya dibuat, kali ini soal dugaan menyebarkan berita bohong dan SARA tweet haji yg berakibat kegaduhan ditengah masyarakat. Mohon dukungan!”.

BACA JUGA:

Sudah seringkali provokasi dan hasutan yang dilakukan oleh babe Haikal Hassan, dan bahkan laporan demi laporan sudah dilakukan tapi kenapa dia masih bebas melakukan provokasi yang menimbulkan kegaduhan publik?.

Sebar Berita Bohong dan SARA, Cyber Indonesia Resmi Laporkan Haikal Hassan
Cuitan Muannas Alaidid

Tampak sekali Haikal Hassan tidak menghormati pihak aparat Kepolisian dan bahkan pemerintah, karena informasi yang dia sampaikan sangat berbahaya dan dapat menyebabkan rakyat semakin tidak percaya kepada pemerintah, ini merupakan “Kudeta kecil” yang dilakukan oleh Haikal Hassan.

BACA JUGA:

Salah satu pegiat medsos Yusuf Muhammad dalam akun fanpage Facebooknya menyerukan kepada aparat untuk segera menangkap Haikal Hassan.

Menurut Yusuf, sudah lama provokasi dan hasutan yang dilakukan oleh Haikal Hassan, tapi kenapa dia masih bebas melakukan provokasi yang menimbulkan kegaduhan?

Mungkin laporan terhadap HH di kantor polisi saat ini sudah menumpuk. Polisi mungkin saja masih berbaik hati memberi kesempatan HH untuk berbenah dari kesalahan-kesalahan sebelumnya.

Tapi apa hasilnya? HH masih terus memprovokasi masyarakat melalui media sosial khususnya twitter.

Saya masih ingat ketika HH sebarkan hoax 13 juta orang gila nyoblos saat pilpres 2019 lalu yang kemudian hoax itu diluruskan oleh KPU. Setelah dibeberkan data oleh KPU, HH kemudian dengan santai meminta maaf dan masalah pun selesai.

BACA JUGA:

Padahal kita tahu, hoax yang dilakukan HH tersebut sudah menyebar luas karena dipercaya dan dishare oleh pendukungnya hingga menyebabkan kegaduhan yang meluas. Parahnya, tidak hanya berhenti sampai disitu.

Sebelumnya, HH juga pernah menyebut Habib Kapir dan itu juga telah dilaporkan ke polisi. Kemudian ada dugaan keterlibatan HH dengan opposite yang kini jadi buron. Belum lagi kegaduhan yang dibuat HH terkait mimpi bertemu rosul dan baru-baru ini dia provokasi soal Haji.

Pertanyaannya, kapan provokator seperti HH dan Tifatul Simbiring PKS ini ditangkap ? Sadar gak sih, kegaduhan selama ini disebabkan oleh provokator yang suka memainkan agama untuk menghasut umat?

Sadar gak, sih? Umat sering menjadi sasaran empuk kelompok itu untuk kepentingan-kepentingan mereka, akibatnya sebagian umat gampang emosi dan menyerang pemerintah dengan informasi yang tidak benar.

BACA JUGA:

Kalau bikin hoax dan hasutan sekali dua kali yang tidak disengaja sih masih wajar dan bisa diberikan kesempatan untuk berbenah, tapi kalau sudah berkali-kali seperti ini sebaiknya ya langsung ditangkap saja.

Apakah karena HH punya masa pendukung kemudian dia bisa bebas ngehoax dan memprovokasi masyarakat melalui media sosial ? Bukankah justru dia harus bisa menjadi contoh yang baik bagi pengikutnya?

Saya kira sudah saatnya HH ditangkap oleh polisi. Kejadian ini tidak bisa terus dibiarkan sebelum ada banyak korban akibat hasutan yang terus dilakukan. Fitnah, hoax dan provokasi yang terus dibiarkan akan membahayakan negara. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 31222 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.