Rusia Khawatirkan Kemungkinan Eskalasi Baru Israel Vs Palestina

Rusia Khawatirkan Kemungkinan Eskalasi Baru Israel Vs Palestina
Rusia Khawatirkan Kemungkinan Eskalasi Baru Israel Vs Palestina

Rusia, ARRAHMAHNEWS.COM Juru bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Rusia, Maria Zakharova, mengungkapkan keprihatinan Moskow tentang kemungkinan eskalasi baru antara Palestina dan “Israel.

“Kami prihatin dengan berita bahwa ketegangan terus berlanjut di Yerusalem Timur, terutama pembatasan yang diberlakukan oleh pasukan keamanan Israel terhadap pergerakan penduduk Arab di wilayah Sheikh Jarrah, yang menimbulkan kekhawatiran kami,” kata Zakharova sebagaimana dikutip Al-Mayadeen.

BACA JUGA:

Ia menunjukkan bahwa situasi “Dapat memburuk lebih jauh mengingat keputusan Mahkamah Agung Israel untuk mempertimbangkan kembali banding yang sebelumnya diajukan oleh 4 keluarga Palestina terhadap pengusiran paksa mereka dari lingkungan tersebut.”

Rusia Khawatirkan Kemungkinan Eskalasi Baru Israel Vs Palestina
Jubir Kemenlu Rusia, Maria Zakharova

Zakharova menambahkan bahwa “dengan latar belakang ini, organisasi ultra-nasionalis Israel menyerukan” pawai bendera” di Yerusalem Timur melalui Gerbang Damaskus dan lingkungan Arab di Kota Tua”.

 

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia menganggap bahwa ada banyak alasan untuk takut bahwa tindakan ini akan menyebabkan bentrokan baru antara pemukim dan warga Palestina di Yerusalem Timur, serta protes massal di wilayah Palestina yang diduduki lainnya.

Ia mendesak semua pihak untuk menahan diri dari pernyataan atau tindakan provokatif, yang dapat menyebabkan destabilisasi perdamaian publik dan eskalasi baru kekerasan dalam skala besar.”

BACA JUGA:

Zakharova menyatakan bahwa Rusia, “sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan anggota Kuartet mediator internasional, akan melanjutkan, bekerja sama dengan semua pihak terkait, untuk melakukan upaya tak henti-hentinya untuk dimulainya kembali negosiasi langsung antara Israel dan Palestina, guna mencapai solusi komprehensif untuk masalah utama yang terkait dengan status akhir, berdasarkan resolusi yang relevan dari Dewan Keamanan dan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa dan prinsip dua negara.

Ia menyimpulkan dengan merujuk pada niat negaranya untuk membahas masalah ini secara objektif dengan Koordinator Khusus PBB untuk Timur Tengah, Tor Vinsland, selama kunjungannya ke Moskow hari Kamis (10/06) kemarin.

Pada Hari Kamis, Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan tewasnya dua anggota intelijen militer Palestina dan seorang aktivis dari Jihad Islam, setelah melawan serangan pendudukan Israel di Jenin pada dini hari, kembali meyulut kemarahan publik yang meluas di kota itu.

Ini terjadi setelah tentara pendudukan menembaki pasukan keamanan di depan markas intelijen Palestina di Nazareth Street di Jenin. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30061 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.