Damaskus Rilis Bukti Baru AS Latih Teroris di Suriah

Damaskus Rilis Bukti Baru AS Latih Teroris di Suriah
Damaskus Rilis Bukti Baru AS Latih Teroris di Suriah

Suriah, ARRAHMAHNEWS.COM Kantor kejaksaan militer Suriah merilis bukti baru yang menunjukkan pasukan pendudukan AS memberikan pelatihan kepada anggota kelompok teroris Takfiri yang mendatangkan malapetaka di negara Arab itu.

Saluran TV Al-Mayadeen melaporkan pada hari Sabtu bahwa Kantor tersebut menerbitkan gambar patroli bersama oleh militan dan pasukan Amerika di wilayah al-Tanf tenggara Suriah.

BACA JUGA:

Gambar lain menunjukkan seorang instruktur Angkatan Darat AS mengajari teroris cara menggunakan mortir 82 mm.

Damaskus Rilis Bukti Baru AS Latih Teroris di Suriah
Militer Amerika di Suriah

Kantor kejaksaan militer mengatakan bahwa bukti juga termasuk pernyataan dari beberapa elemen bersenjata dan komandan lapangan mereka, yang mengaku bahwa mereka mengambil bagian dalam serangan langsung dan pembunuhan terhadap perwira militer Suriah dan Rusia setelah menerima perintah untuk melakukan operasi tersebut.

“Para militan menerima uang setelah serangan yang menargetkan pasukan Suriah dan Rusia,” bunyi pernyataan kantor kejaksaan itu lebih lanjut.

BACA JUGA:

“Tujuan kehadiran pasukan Amerika di Suriah adalah untuk melindungi kelompok bersenjata seperti Daesh serta mencuri kekayaan Suriah, termasuk minyak, gas dan gandum, dan mentransfernya ke luar negeri,” tambah pernyataan itu lebih lanjut.

“Di bawah hukum internasional, Pendudukan AS di sebagian besar Suriah sama saja dengan agresi militer, terutama karena (AS) tidak menerima persetujuan dari pemerintah Suriah untuk kehadiran seperti itu.”

Suriah telah dicengkeram oleh militansi dukungan asing sejak Maret 2011. Pemerintah mengatakan negara-negara Barat dan sekutu regional mereka membantu kelompok-kelompok terror tersebut. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30598 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.