Pejabat Palestina: Netanyahu Lengser, Tapi Penggantinya Jauh Lebih Buruk

Pejabat Palestina: Netanyahu Lengser, Tapi Penggantinya Jauh Lebih Buruk
Pejabat Palestina: Netanyahu Lengser, Tapi Penggantinya Jauh Lebih Buruk

Palestina, ARRAHMAHNEWS.COM Setelah lebih dari satu dekade, Israel akhirnya membalik halaman pemerintahan Benjamin Netanyahu, mengantarkan era baru dengan kabinet koalisi baru yang dipimpin oleh Naftali Bennet, ketua Partai Yamina sayap kanan dan Yair Lapid, pemimpin partai Yesh Atid.

Namun, kepemimpinan Palestina tetap skeptis, mengatakan mereka tidak mengharapkan ada perubahan dalam kebijakan Israel terhadap Palestina.

BACA JUGA:

Dikatakan satu-satunya perbedaan yang dapat dilihat adalah bahwa mantan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tidak akan ada lagi di sana. Para pejabat Palestina mengatakan bahwa mereka memperkirakan kabinet Bennet-Lapid lebih buruk daripada yang digantikan.

Bennett, mantan ketua dewan pemukim Yesha, telah lama bersumpah untuk mencegah pembentukan negara Palestina merdeka dandia mendukung pencaplokan sebagian besar Tepi Barat yang diduduki serta memperluas pembangunan pemukiman.

Pejabat Palestina: Netanyahu Lengser, Tapi Penggantinya Jauh Lebih Buruk
Parlemen Israel

Para ahli mengatakan Bennett tidak percaya pada solusi untuk konflik Palestina-Israel, dan akan terus bertindak seperti ini bahkan jika dia bukan pemimpin oposisi lagi.

BACA JUGA:

Kabinet baru Israel mengadakan pertemuan pertama pada Minggu malam setelah pemungutan suara Knesset dengan 60 anggota memberikan suara mendukung, 59 menentang dan satu abstain. Bennett mendesak para menterinya untuk menahan diri atas berbagai perbedaan ideologis antara partai-partai dalam aliansi untuk memastikan stabilitas.

Bennett akan menjabat sebagai perdana menteri pertama sebagai bagian dari perjanjian rotasi dengan Lapid. Ia akan menjabat secara bergantian sebagai perdana menteri dan menteri luar negeri hingga penyerahan kekuasaan kepada Lapid pada 27 Agustus 2023.

Para ahli memperingatkan bahwa dalam upaya untuk memperpanjang umur koalisi baru yang rapuh, Naftali Bennett, PM Israel yang baru, akan mengerahkan segala upaya yang mungkin untuk menenangkan elemen-elemen paling ekstrem, terutama melalui kelanjutan kegiatan pemukiman di seluruh wilayah pendudukan. (ARN)

Sumber: PressTV

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30647 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.