Pakar: Penolakan Raisi Bertemu Biden Kirim Pesan Kuat untuk Washington

Pakar: Penolakan Raisi Bertemu Biden Kirim Pesan Kuat untuk Washington
Foto Joe biden dan Ebrahim Raisi

Iran, ARRAHMAHNEWS.COM Seorang profesor universitas dan pakar politik Iran mengatakan jawaban Presiden terpilih Ebrahim Raeisi bahwa ia tidak akan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden, berfungsi sebagai pesan “Kuat” untuk Washington dan para sekutunya.

“Kita sekarang memiliki seseorang yang akan menjadi presiden, yang tidak menunjukkan minat untuk bertemu Biden,” kata Mohammad Marandi kepada PressTV dalam sebuah wawancara pada hari Senin (21/06).

BACA JUGA:

“Saya pikir itu mengirimkan sinyal yang kuat. Iran cukup bersedia untuk mengimplementasikan kesepakatan nuklir, tetapi tidak akan menunggu Amerika. Kita tidak akan menunggu selamanya,” katanya.

“…Iran akan bergerak maju,” kata pakar tersebut, menambahkan jika pihak yang berlawanan tidak mau mengubah sikapnya terhadap Iran, “maka Iran akan bergerak untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan negara-negara yang pintunya terbuka”.

Pakar: Penolakan Raisi Bertemu Biden Kirim Pesan Kuat untuk Washington
Foto Joe biden dan Ebrahim Raisi

Profesor itu juga berspekulasi bahwa di bawah Raeisi, Iran akan mencari cara untuk membentuk atau melanjutkan aliansinya “di Asia Timur dan Selatan Global, di Asia Tengah, Rusia, dan China.”

“Saya pikir itu akan menjadi tempat di mana dia (Raeisi) akan lebih tertarik, daripada ke Amerika Serikat dan Eropa,” kata Marandi.

Pernyataan pakar politik ini disampaikan muncul konferensi pers pertama Raeisi sejak kemenangan kepala Kehakiman itu dalam pemilihan presiden negara pada hari Jumat.

BACA JUGA:

Raeisi mengatakan dalam pidatonya bahwa ia tidak berusaha membawa Iran keluar dari Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA), perjanjian nuklir 2015 antara negara itu dan lainnya.

Pembicaraan baru telah dilanjutkan sejak April untuk potensi merevitalisasi kesepakatan, yang dikacaukan oleh penarikan AS darinya pada 2018 dan dikembalikannya sanksi yang telah dicabut dibawah kesepakatan itu.

Washington sejauh ini berhenti mengambil langkah-langkah yang dapat memulihkan kesepakatan, yaitu memperbarui partisipasinya dalam kesepakatan dan mencabut langkah-langkah ekonomi.

Raeisi menegaskan bahwa pemerintahnya tidak akan mengikat situasi domestik negara itu dengan nasib kesepakatan nuklir dan kebangkitannya, dengan jelas menunjukkan bahwa Teheran tidak akan menunda rencananya demi Washington atau pihak asing lainnya dalam hal ini. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30634 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.