AS Sita Domain PressTV dan Sejumlah Media Pro Poros Perlawanan

FBI Sita Domain PressTv

Iran, ARRAHMAHNEWS.COM – Dalam apa yang tampaknya merupakan tindakan terkoordinasi, pesan serupa telah muncul di situs web serangkaian jaringan televisi Iran dan regional yang mengklaim bahwa domain mereka telah “Disita oleh Pemerintah AS”.

Pemberitahuan yang muncul pada Selasa malam di situs web jaringan berita televisi berbahasa Inggris PressTV serta sejumlah saluran berita Iran dan regional lainnya itu, mengutip undang-undang sanksi AS untuk penyitaan dan disertai dengan logo Biro Investigasi Federal (FBI) dan Departemen Perdagangan AS.

BACA JUGA:

“Domain presstv.com telah disita oleh Pemerintah Amerika Serikat sesuai dengan surat perintah penyitaan… sebagai bagian dari tindakan penegakan hukum oleh Biro Industri dan Keamanan, Kantor Penegakan Ekspor dan Biro Investigasi Federal,” demikian bunyi pesan tersebut.

 

Situs web jaringan berita televisi Iran Al Alam yang berbahasa Arab, saluran TV Al-Masirah Yaman, dan jaringan televisi Lualua Bahrain juga termasuk diantara outlet yang ditargetkan.

Secara garis besar, domain situs-situs media Iran dan regional yang ditagetkan AS adalah:

– Al-Alam News TV (Iran)
– Al-Anwar TV (UK/Iraq)
– Al-Forat News (Iraq)
– Al-Kawthar TV (Iran)
– Al-Maalomah News (Iraq)
– Al-Masirah News TV (Leb/Yemen)
– Assirat TV (Iran)
– KafMedia (Iraq)
– KarbalaTV (Iraq)
– LuaLua News TV (UK/Bahrain)
– Nabaa News TV (UK/Saudi Ar.)
– PalToday (Palestine)
– PressTV (Iran)

Pemerintah AS belum secara resmi mengomentari masalah ini, tetapi beberapa laporan mengatakan bahwa situs web tersebut mungkin telah diretas.

PressTV telah mengumumkan bahwa situs webnya akan tersedia di domain.ir.

BACA JUGA:

Selama beberapa tahun terakhir, Amerika Serikat telah beberapa kali mengambil tindakan serupa terhadap media-media Iran.

Raksasa teknologi AS, Google, telah berulang kali menargetkan PressTV dan outlet Iran lainnya mengingat luasnya pemirsa dan pembacanya.

Pada bulan Maret, Google untuk ketujuh kalinya memblokir akses jaringan berita berbahasa Inggris itu ke akun YouTube resminya tanpa pemberitahuan sebelumnya, dengan alasan “Pelanggaran pedoman komunitas”.

Raksasa media sosial yang berbasis di AS, Facebook, juga memberi tahu PressTV pada bulan yang sama bahwa akunnya telah ditutup karena apa yang diklaim sebagai kegagalan saluran berita Iran untuk “mengikuti Standar Komunitas.” Halaman itu diaktifkan kembali beberapa hari kemudian.

Jaringan berita berbahasa Inggris yang berbasis di Teheran juga telah berulang kali menjadi korban penyensoran di berbagai bidang, termasuk Twitter dan Instagram, selain Google dan layanannya. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30634 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.