Gus Najih di Podcast Deddy Corbuzier: Teroris Terjemahkan Doktrin Islam Serampangan

Gus Najih di Podcast Deddy Corbuzier

Jakarta, ARRAHMAHNEWS.COM Terorisme menjadi masalah yang sangat serius di banyak negara, termasuk Indonesia. Parahnya, ada banyak kelompok teror di Indonesia mengatasnamakan Islam.

Kejahatan apapun apabila dibungkus dengan agama akan terlihat mulia. Misalnya, membunuh seseorang itu kejatahan besar, tapi jika dibungkus dengan jihad, bisa jadi suatu hal dipandang mulia

Mereka menerjemahkan doktrin Islam secara serampangan dan mengarahkan pengikutnya untuk melakukan kekerasan atas nama agama. Makanya, kasus bom bunuh diri dan pembunuhan atas nama agama masih terus terjadi di Indonesia.

BACA JUGA:

Muhammad Najih Arromadloni, sering disapa Gus Najih, dalam Podcast Deddy Corbuzier menjelaskan bahwa sebetulnya kelompok radikal ini adalah gerakan politik.

Tujuan dan targetnya jelas untuk merebut kekuasaan. Hanya saja, dalam melakukan gerakan, merekrut anggota, dan mengaktivasi jaringan, mereka menggunakan label agama agar terlihat suci.

Dengan motif agama itu, mereka berhasil mempengaruhi orang-orang yang tidak tahu apa-apa tentang agama, menjadi pelaku kekerasan.

BACA JUGA:

Sebagaimana diketahui, kata Gus Najih, doktrin agama paling efektif untuk mempengaruhi cara pikir orang. Agama dalam sejarahnya kerapkali digunakan untuk kepentingan politik sesaat, Agama untuk perebutan kekuasaan dan mendapatkan jabatan politik bukan hal baru dalam sejarah politik di banyak negara.

“Apalagi, kejahatan apapun apabila dibungkus dengan agama akan terlihat mulia. Misalnya, membunuh seseorang itu kejatahan besar, tapi jika dibungkus dengan jihad, bisa jadi suatu hal dipandang mulia.

Memukul orang itu perbuatan jahat, tapi bila dibungkus dengan amar makruf nahi munkar, itu menjadi suatu hal yang mulia. Berzina itu kejahatan, tapi ketika dibungkus dengan jihad nikah menjadi mulia. Merampok kejahatan, bila dibungkus dengan ghanimah jadi mulia,” Jelas Gus Najih.

Seluruh konsep agama yang sebetulnya mulia ini, seperti jihad dan amar makruf nahi-munkar, dipelintir, disalahpahami, dan digunakan untuk menutupi kekerasan. Padahal, menurut Gus Najih, tuhan menurunkan konsep itu bukan untuk tujuan kejahatan.

Jihad misalnya, banyak ulama kredibel memahami jihad itu maknanya sangat luas. Ibnu Qayyim menganggap seluruh bentuk perbuatan baik bisa dikatakan jihad. Sementara kelompok teror membatasi makna jihad sebatas berperang secara fisik. (ARN)

Sumber: Islami.co

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30648 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.