Houthi: Blokir dan Sita Puluhan Situs Fakta AS Khianati Kebebasan Pers

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COMSeorang anggota senior Dewan Politik Tertinggi Yaman mengecam keputusan AS yang menyita domain situs-situs web dari serangkaian jaringan televisi Iran dan regional yang pro-perlawanan, menekankan bahwa tindakan tersebut membuktikan fakta bahwa saluran-saluran tersebut telah berhasil “Menyampaikan pesan mereka”.

“Penyitaan situs media oleh Amerika membuktikan media-media itu telah berhasil dalam menyampaikan pesan mereka. Saluran-saluran independen telah membuat khawatir rezim-rezim yang dengan curang mengklaim mengadvokasi dan memperjuangkan kebebasan berekspresi”, ungkap Mohammed Ali al-Houthi dalam sebuah postingan yang diterbitkan di halaman Twitter-nya pada Selasa malam.

BACA JUGA:

Houthi menambahkan “Langkah itu membuka kedok sifat sebenarnya dari apa yang disebut pendukung demokrasi, dan pendukung kebebasan pers serta mengekspos moto (palsu) mereka. AS bekerja dengan konsep konfrontasi komprehensif” bahkan ketika menyangkut outlet media”.

Sebelumnya pada hari Selasa, Amerika Serikat menyita situs web Press TV dan al-Alam, penyiaran berita berbahasa Inggris dan Arab Iran, serta TV al-Masirah Yaman.

Domain web lainnya, termasuk Palestine al-Youm, penyiaran Palestina, Karbala, TV Afaq Irak, TV Asia dan saluran televisi satelit TV al-Naeem, serta Nabaa TV yang melaporkan berita terbaru tentang Arab Saudi dan negara-negara Teluk Persia lainnya, juga disita.

LuaLua TV Bahrain, saluran yang dijalankan oleh kelompok oposisi dengan kantor di London dan Beirut, juga ditutup.

BACA JUGA:

Situs web Press TV kembali online dalam beberapa jam dengan alamat domain ir yang baru. Al-Alam TV juga dengan cepat mengumumkan bahwa situs webnya akan tersedia di domain ir.

Al-Masirah TV membuat situs web baru, menggunakan namanya tetapi mengganti domain net menjadi com.

Departemen Kehakiman AS mengatakan pada hari Rabu bahwa pihaknya telah menyita 33 situs media yang digunakan oleh Persatuan Radio dan Televisi Islam Iran (IRTVU), serta tiga dari kelompok anti-teror Irak Kataib Hezbollah, yang katanya menggunakan domain hosting milik AS, yang berarti melanggar sanksi. (ARN)

Sumber: Al-Masirah

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: