Palsukan Nilai Ijazah 10 Siswa, Polsek Mlati Tangkap Oknum Staf YIS Jogya

Oknum Pemalsu Ijazah

Yogyakarta, ARRAHMAHNEWS.COM Seorang oknum staf sekolah swasta Yogyakarta Independent School (YIS) di Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ditangkap aparat polsek Mlati dalam kasus pemalsuan nilai mata pelajaran pada ijazah murid.

Diketahui, staf itu merupakan seorang pria berinisial S (40) warga Klaten, Jawa Tengah.

BACA JUGA:

S ditangkap karena melakukan pemalsuan nilai untuk 2 mata pelajaran yakni Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan serta Pendidikan Agama dan Budi Pekerti. Padahal, 2 mata pelajaran itu sebelumnya tak pernah diajarkan ke siswa.

“S ini selaku staf keuangan dan punya peran penting dalam operasional sekolah Yogyakarta Independent School (YIS).

Palsukan Nilai Ijazah 10 Siswa, Polsek Mlati Tangkap Oknum Staf YIS Jogya
Oknum Pemalsu Ijazah

Ia meminta saksi yakni inisial A untuk memasukkan nilai mata pelajaran Agama dan pelajaran Pancasila ke ijazah dengan nilai 75,” kata Kanit Reskrim Polsek Mlati Iptu Dwi Noor Cahyanto kepada wartawan, Kamis (24/6/2021).

BACA JUGA:

Kapolsek Mlati, Kompol Tony Priyanto mengatakan, kasus ini berawal pada tahun 2013, Erika Handriati (51) warga Purwomartani, Kalasan menyekolahkan anaknya di sekolah itu di kelas 4. Pada 2016 anaknya dinyatakan lulus ujian nasional dan ujian akhir sekolah dan melanjutkan ke jenjang SMP di sekolah ini.

Sejak dinyatakan lulus SD orang tua tidak pernah menerima ijazah. Pada awal 2017, korban menanyakan ijazah SD milik anaknya di sekolah. Barulah pada 16 April 2018 dia menerima ijazah tersebut.

Saat menerima ijazah inilah, dia menemukan adanya kejanggalan pada daftar nilai. Korban menemukan ada mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti serta Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang selama ini tidak pernah diajarkan dan dujikan.

“Takut nilai ini jadi masalah, korban melaporkan ke Polsek Mlati pada 1 Agustus 2018,” kata Tony, Kamis (24/6/2021).

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka, tindak pemalsuan nilai ijazah ini dilakukan bukan hanya terhadap 1 siswa.

“Diduga tidak lebih dari 10 (orang) di satu angkatan,” bebernya.

Akibat pemalsuan nilai ini, korban bukan hanya menderita kerugian materi. Namun juga mengalami ketakutan jika nilai palsu dua mata pelajaran itu diketahui orang lain.

“Korban tidak percaya diri melanjutkan ke sekolah negeri karena tidak memiliki dasar di dua mapel itu. Kemudian takut jika nilai itu diketahui orang lain,” ungkapnya.

Atas perkara ini, polisi menjerat S dengan pasal 266 ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana 6 tahun. Sementara barang bukti yang disita berupa dokumen ijazah SD dan dokumen administrasi lainnya. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30634 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.