Rusia: Iran Akan Bereaksi Lebih Keras Jika AS Kembali Khianati JCPOA

Rusia: Iran Akan Bereaksi Lebih Keras Jika AS Kembali Khianati JCPOA
Mikhail Ulyanov

Rusia, ARRAHMAHNEWS.COM Perwakilan tetap Rusia untuk organisasi internasional di Wina mengatakan bahwa Iran mungkin bereaksi lebih keras dari sebelumnya jika Amerika Serikat membuat kesalahan dengan meninggalkan perjanjian nuklir Iran 2015 lagi, setelah mereka meninggalkan perjanjian itu sebelumnya.

“Banyak pengikut bertanya apakah ada jaminan bahwa Amerika Serikat tidak akan meninggalkan #JCPOA setelah pemulihannya”, tulis Mikhail Ulyanov dalam cuitannya pada hari Kamis, merujuk pada kesepakatan nuklir dengan akronim resminya.

BACA JUGA:

Ulyanov menambahkan “Menurut saya, jaminan terbaik adalah pengalaman masa lalu yang sangat negatif. Jika Amerika Serikat mengulangi kesalahan sebelumnya, Iran bisa memutuskan untuk membalas lebih keras. Tidak ada yang akan menyukainya”.

Amerika Serikat membatalkan Rencana Aksi Komprehensif Gabungan pada Mei 2018 di bawah pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump, diikuti oleh putaran sanksi paling keras yang dimaksudkan untuk menghancurkan ekonomi Iran.

Rusia: Iran Akan Bereaksi Lebih Keras Jika AS Kembali Khianati JCPOA
Mikhail Ulyanov

Diingatkan oleh seorang pengguna bahwa rencana untuk mencegah langkah seperti itu tidak berhasil untuk pertama kalinya, Ulyanov mengiyakannya, tetapi menambahkan bahwa masyarakat internasional sekarang menyadari “Bencana” dari apa yang disebut tekanan maksimum Washington terhadap Teheran. Dimana ini membuat Republik Islam untuk memajukan program nuklirnya di luar batas JCPOA.

BACA JUGA:

Ia lebih lanjut mencatat bahwa sesi Juni Dewan Gubernur Badan Tenaga Atom Internasional menunjukkan bahwa masyarakat internasional, termasuk AS, sangat tidak senang dengan situasi saat ini.

“Ini adalah jaminan terbaik (tidak mutlak, tentu saja) terhadap pengulangannya,” tambah Ulyanov, yang mengepalai delegasi Rusia dalam pembicaraan Wina yang sedang berlangsung, yang bertujuan untuk menghidupkan kembali JCPOA.

Pernyataan Ulyanov datang beberapa hari setelah putaran keenam pembicaraan berakhir pada hari Minggu, ketika para perunding untuk Iran dan kelompok negara-negara P4+1 -Inggris, Prancis, Rusia, Cina dan Jerman- memutuskan untuk kembali ke ibu kota masing-masing untuk konsultasi guna mengatasi perbedaan masalah yang tersisa dari pertemuan tersebut. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30598 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.