Sadis! Pasukan PA Pukuli Aktivis Palestina Nizar Banat Hingga Mati

Sadis! Pasukan PA Pukuli Aktivis Palestina Nizar Banat Hingga Mati
Nizar Banat

Palestina, ARRAHMAHNEWS.COM Seorang kritikus vokal Otoritas Palestina yang berniat mencalonkan diri dalam pemilihan parlemen sebelum dibatalkan awal tahun ini, meninggal dunia setelah ia ditangkap oleh pasukan Otoritas Palestina dibawah kepemimpinan Fatah pada hari Kamis (24/06/2021) pagi kemarin.

Sepupu Nizar, mengatakan mereka memukuli Nizar dengan sebatang besi dan menyemprotkan semprotan merica ke matanya dan menyeretnya ke sebuah kendaraan

Dalam sebuah pernyataan singkat, gubernur Hebron mengatakan “Kesehatannya memburuk” ketika pasukan keamanan menangkapnya Kamis pagi. Dikatakan ia dibawa ke rumah sakit di mana ia kemudian diumumkan meninggal.

BACA JUGA:

Sepupu Nizar, Mohammad Banat, mengatakan kepada Quds News Network bahwa sekitar 25 pasukan keamanan Otoritas Palestina menyerbu rumah tempat Nizar tinggal, meledakkan pintu dan jendela.

Ia menambahkan bahwa mereka memukuli Nizar dengan sebatang besi dan menyemprotkan semprotan merica ke matanya sebelum membuka pakaiannya dan menyeretnya ke sebuah kendaraan.

Ia berkata “Pengumuman kematiannya di Alia adalah tipu muslihat. Mereka tidak memindahkan Nizar ke rumah sakit, mereka juga tidak memindahkannya ke markas keamanan manapun”.

Sadis! Pasukan PA Pukuli Aktivis Palestina Nizar Banat Hingga Mati
Nizar Banat

“Hingga saat ini, lima jam setelah kematiannya, kami belum mengetahui keberadaan jenazah putra kami Nizar”.

“Otoritas Palestina menyembunyikan mayat itu untuk memanipulasi fakta tentang kematiannya”.

Mouhammad dan sepupu lainnya ada di tempat kejadian saat penangkapan. Ammar Banat, sepupu lainnya, mengatakan bahwa “tidak ada yang menghubungi kami untuk memberi tahu kami tentang kematian Nizar.” Ia mengatakan bahwa delegasi dari keluarga pergi ke Rumah Sakit Pemerintah Alia, dimana dinas otoritas keamanan telah mengumumkan kematiannya, tetapi tidak menemukan mayatnya.

BACA JUGA:

Pada awal Mei, orang-orang bersenjata menembakkan peluru, granat kejut, dan gas air mata ke rumahnya di dekat kota Hebron, Tepi Barat, dimana istrinya berada di dalam bersama anak-anak mereka.

Nizar saat itu menyalahkan serangan pada partai Fatah pimpinan Presiden Mahmoud Abbas, yang mendominasi pasukan keamanan, dengan mengatakan hanya mereka yang memiliki akses ke gas air mata dan granat kejut.

“Eropa perlu tahu bahwa mereka secara tidak langsung mendanai organisasi ini,” katanya kepada The Associated Press pada bulan Mei dalam sebuah wawancara di sebuah rumah tempat ia bersembunyi.

“Mereka menembakkan senjata mereka ke udara pada perayaan Fatah, mereka menembakkan senjata mereka ke udara ketika para pemimpin Fatah saling bertarung dan mereka menembakkan senjata mereka pada orang-orang yang menentang Fatah.” (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30605 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.