Putra Mahkota Saudi Meminta PM Israel Perangi Iran

Putra Mahkota Saudi Meminta PM Israel Perangi Iran
Foto MbS dengan Background bendera Israel

Arab Saudi, ARRAHMAHNEWS.COM Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MbS) dalam sebuah surat kepada PM Israel Naftali Bennett mengucapkan selamat atas kemenangannya dalam pemilihan, dan menyerukan konfrontasi serius Tel Aviv terhadap Iran, kata sumber.

Sumber-sumber informasi mengatakan kepada situs Saudi Wikileaks, bahwa MbS telah memberi selamat kepada Bennett atas jabatan barunya, dan menekankan komitmen Riyadh untuk semua perjanjian sebelumnya dengan Tel Aviv.

BACA JUGA:

Dalam suratnya, ia telah menyatakan harapan bahwa PM Israel yang baru dan kabinetnya akan serius mengejar kasus Iran dan menentang apa yang dia klaim sebagai bahaya Iran di kawasan, tambahnya.

Menurut sumber, surat itu ditulis setelah pernyataan niat AS untuk menarik peralatan militernya dari kawasan Asia Barat, termasuk Arab Saudi.

Laporan pada akhir tahun lalu, mengatakan bahwa pangeran Saudi terbagi dalam pendapat mengenai apakah akan mengakui dan menormalkan hubungan dengan Israel, di mana Bin Salman kemungkinan akan terbuka untuk menandatangani kesepakatan damai dengan Tel Aviv.

Putra Mahkota Saudi Meminta PM Israel Perangi Iran
Foto MbS dengan Background bendera Israel

MbS “mendukung hubungan yang lebih erat” dengan Tel Aviv setelah dua negara Teluk Persia, UEA dan Bahrain, secara resmi menandatangani kesepakatan normalisasi dengan Israel, The Daily Mail melaporkan pada bulan Desember.

BACA JUGA:

Terlepas dari dugaan keterbukaan MbS terhadap kesepakatan itu, beberapa anggota keluarga kerajaan dilaporkan menentang langkah tersebut. Putra mahkota adalah Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan serta kepala Dewan Urusan Politik dan Keamanan Arab Saudi.

Sepupu MbS, Pangeran Turki al-Faisal, yang menjadi kepala intelijen negara itu selama lebih dari dua dekade, vokal dalam penentangannya untuk mengakui Israel. Baru-baru ini, dia mengecam Tel Aviv sebagai “kekuatan penjajah Barat terakhir di Timur Tengah”.

Mantan kepala Intelijen Umum itu menuduh Israel menggambarkan dirinya kepada dunia sebagai “negara kecil yang terancam eksistensinya, dikelilingi oleh pembunuh haus darah yang ingin membasminya dari keberadaan”. Dia kemudian menambahkan bahwa meskipun demikian, negara seperti itu “mengaku” bahwa mereka ingin “berteman” dengan Riyadh.

Turki juga menuduh Israel menempatkan warga Palestina “di kamp konsentrasi di bawah tuduhan keamanan yang paling tipis”. (ARN)

Sumber: SaudiLeaks

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30598 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.