Serangan ke Pangkalan AS di Suriah, Pesan Kuat Poros Perlawanan

Pangkalan Militer AS di Suriah

Lebanon, ARRAHMAHNEWS.COM Penargetan salah satu pangkalan terpenting Amerika di Suriah, menunjukkan kemampuan dan keseriusan poros perlawanan dalam menanggapi setiap serangan, dengan memperluas menjadi “Perlawanan rakyat”, untuk menargetkan kehadiran pasukan asing di wilayah Efrat timur pada khususnya.

Meskipun tidak ada pernyataan yang dikeluarkan oleh tentara Suriah atau sekutunya di Deir Ezzor, tentang insiden penembakan roket ke pangkalan Amerika di ladang minyak Omar.

BACA JUGA:

Namun, target serangan itu jelas sebagai tanggapan terhadap setiap agresi AS atas pasukan Poros Perlawanan, seperti yang terjadi pada hari Minggu, ketika jet tempur AS menargetkan pasukan “Mobilisasi Populer” di perbatasan Suriah-Irak.

Penggunaan peluncur roket jarak dekat dalam proses penargetan, dan serangan yang dikonfirmasi ke pangkalan, memberikan gambaran yang jelas tentang keakuratan informasi yang dimiliki tentara Suriah dan sekutunya tentang pangkalan ilegal AS, dan tentang kemampuan untuk menggunakan senjata terbatas untuk mencapai target besar.

Serangan ke Pangkalan AS di Suriah, Pesan Kuat Poros Perlawanan
Pangkalan Militer AS di Suriah

Mungkin kondisi menceka yang dialami oleh para prajurit dari “koalisi internasional” dan pasukan SDF, selama periode serangan yang singkat, dan setelahnya, menunjukkan ketidakmampuan untuk menaanggapi jenis serangan ini. Semua indikasi menunjukkan bahwa serangan itu jelas membingungkan Amerika, yang memobilisasi pasukan mereka, sementara pesawat tak berawak dan helikopter terus terbang di daerah itu, dengan patroli dikerahkan di sekitar lapangan sampai larut malam.

BACA JUGA:

Dalam konteks ini, sumber lapangan mengungkapkan kepada Al-Akhbar, “kondisi teror menghantui para pasukan yang ditempatkan di pangkalan tersebut, dan pasukan juga merasakan takut akan gelombang serangan baru.”

Video serangan yang beredar di media sosial juga menunjukkan bahwa api terus berkobar di dalam pangkalan pada Senin malam, sebagai akibat dari terbakarnya gudang senjata dan amunisi.

Kejelasan dan waktu serangan memaksa Amerika untuk mengakui bahwa ada serangan terhadap target milik mereka, di pangkalan militer terbesar AS di Suriah.

Pengakuan datang dari juru bicara Koalisi Internasional, Wayne Maroto, yang mengkonfirmasi melalui Twitter bahwa “Pasukan Amerika di Suriah menjadi sasaran beberapa serangan rudal, tanpa menimbulkan korban,” dan menekankan bahwa “artileri kami membom situs peluncuran rudal dalam rangka mempertahankan diri,” sementara tidak ada pernyataan resmi dari pasukan SDF yang menguasai daerah tersebut, dengan pengecualian pernyataan terbatas yang dikeluarkan oleh pusat medianya yang berbicara tentang alasan dan hasil serangan itu. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30634 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.