Amerika

Diam-diam AS Kosongkan 3 Pangkalan Besarnya di Qatar

Diam-diam AS Kosongkan 3 Pangkalan Besarnya di Qatar

Komandan pasukan AS menutup kamp utama “Al-Sailiya” di Qatar, pada bulan lalu, kemudian diikuti kamp Al-Sailiya Selatan, dan titik pasokan amunisi Falcon

Amerika, ARRAHMAHNEWS.COM Situs web Stars and Stripes melaporkan bahwa AS telah menutup pangkalannya di Qatar, yang pernah menampung gudang-gudang yang penuh sesak dengan senjata, dan telah memindahkan persediaan yang tersisa ke Yordania, dalam sebuah langkah yang menurut para analis membuat Washington berada dalam posisi yang lebih baik dari ancaman Iran, dan mencerminkan prioritas Perubahan militer AS di kawasan.

Sebuah pernyataan militer pada pekan lalu, mengatakan bahwa komandan pasukan menutup kamp utama “Al-Sailiya” di Qatar, pada bulan lalu, kemudian diikuti dengan kamp Al-Sailiya Selatan, dan titik pasokan amunisi yang dikenal dengan “Falcon”.

BACA JUGA:

Tentara AS di Camp Al Sailiya, Qatar

Pada tahun 2000, AS membuka pangkalan militer di Al Sailiya dengan biaya $110 juta. Ada sekitar 27 gudang dengan ruang penyimpanan gabungan sekitar 1,6 juta kaki persegi. Angkatan Darat AS mendirikan 10 km jalan di fasilitas tersebut.

Komando Pusat AS menggunakan pangkalan itu untuk menempatkan senjata yang akan digunakan di Irak dan Afghanistan.

Al-Sailiya adalah situs preposisi Angkatan Darat AS terbesar di dunia. Pangkalan itu menyimpan peralatan yang cukup untuk brigade lapis baja Angkatan Darat AS: lebih dari 150 tank M-1 Abrams, 116 kendaraan tempur Bradley, dan 112 pengangkut personel lapis baja. Kamp Al-Sailiya juga dikenal di antara banyak anggota militer AS sebagai tempat “istirahat dan pemulihan”, yang menampung sekitar 200.000 tentara yang dikerahkan di wilayah tersebut.

Mengapa dipindah ke Yordania?

Pemindahan pasukan AS ke Yordania mengurangi risiko serangan rudal oleh poros perlawanan yang didukung Iran.

BACA JUGA:

Kamran Bukhari, pakar keamanan dan kebijakan nasional yang berfokus pada kawasan di Pusat Kebijakan Global di Washington, mengatakan bahwa ancaman serangan rudal terhadap pasukan AS seperti serangan tahun lalu di pangkalan udara “Ain Al-Assad” di Irak, yang telah menyebabkan lebih dari 100 orang terluka, merupakan alat penting dalam strategi negosiasi dengan Tehran.

“Amerika Serikat ingin mencabut Iran dari titik kekuatan dalam negosiasi,” jelasnya.

“Jika Iran menunjukkan bahwa pangkalan Anda berada dalam jangkauan rudal mereka, itu mengurangi kemampuan Anda untuk bernegosiasi,” tambahnya.

Penutupan tiga pangkalan di Qatar juga terjadi ketika Amerika Serikat mengalihkan sumber daya ke seluruh wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS.

Ini termasuk penarikan pasukan AS dari Afghanistan setelah 20 tahun kehadiran di sana, serta penarikan 8 baterai anti-rudal Patriot dari Irak, Kuwait, Yordania, dan Arab Saudi. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Arrahmahnews Media Terpercaya

Statistik Blog

  • 56.050.107 hit

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 7.549 pelanggan lain

Copyright © 2021 Arrahmahnews All Rights Reserved

To Top
%d blogger menyukai ini: