Hamas: Kepergian Para Pemukim dari Pos Ilegal Bukti Kekuatan Perlawanan

Palestina, ARRAHMAHNEWS.COM – Hamas yang berbasis di Gaza menyambut baik kepergian para pemukim dari pos ilegal di selatan kota Nablus, Tepi Barat, dengan mengatakan hal itu mencerminkan kemampuan perlawanan Palestina untuk memaksakan kehendak pada Israel.

Berbicara pada hari Sabtu, juru bicara Hamas Hazem Qassem yang dikutip Al-Quds Arabi, mengatakan Palestina “mencetak prestasi baru dan penting” dengan “memaksa” para pemukim untuk meninggalkan pos terdepan Evyatar.

Baca: 

“Evakuasi pos terdepan di Jabal Sabih sekali lagi menegaskan kemampuan perlawanan untuk memaksakan kehendak rakyat kami dan mendorong Israel untuk mundur,” tambahnya, dan mendesak Palestina untuk melanjutkan perjuangan mereka “sampai akhir kehadiran Zionis” di daerah itu dan untuk mencegah para pemukim kembali.

Darah murni rakyat Palestina yang tertumpah di wilayah itu adalah jaminan kemenangan penuh mereka melawan Israel, kata Qassem.

Dia lebih lanjut menyerukan kebangkitan perlawanan Palestina terhadap kegiatan pembangunan pemukiman di Tepi Barat.

Pada Jumat sore, pemukim Evyatar meninggalkan pos terdepan sekitar dua bulan setelah mereka pertama kali tiba di sana. Itu terletak di tanah yang secara historis menjadi bagian dari desa Beita, Kablan dan Yatma.

Evakuasi dilakukan sesuai dengan kompromi yang baru saja dicapai dengan rezim Tel Aviv.

Di bawah kesepakatan, yang disetujui oleh perdana menteri Naftali Bennett dan menteri urusan militer Benny Gantz, para pemukim diharuskan meninggalkan pos terdepan, tetapi rumah mereka akan tetap ada saat rezim memeriksa kembali status tanah yang diduduki.

Kesepakatan itu juga menetapkan bahwa pos tentara harus didirikan di lokasi puncak bukit.

Daerah dekat pos terdepan telah menyaksikan bentrokan berulang dalam beberapa pekan terakhir antara tentara Israel dan demonstran Palestina. (ARN)

About Arrahmahnews 30645 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.