UEA Keluarkan Kartu Identitas Emirat untuk Penduduk Socotra Yaman

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM Uni Emirat Arab (UEA), yang menduduki pulau Socotra Yaman, dilaporkan telah mengeluarkan kartu identitas untuk sejumlah penduduk pulau strategis itu dalam upaya untuk mengubah identitas mereka.

Mengutip beberapa sumber lokal, outlet media pan-Arab al-Araby al-Jadeed melaporkan pada hari Jumat bahwa hanya kartu identitas baru inilah yang menjadi dasar interaksi UEA dengan penduduk Socotra.

Laporan itu menyebut bahwa Kartu yang dikeluarkan pihak Emirat itu diakui untuk perjalanan ke Abu Dhabi dan memberikan hak istimewa kepada pemegangnya.

Des 4, 2021

Di bagian bawah kartu, kode 15 digit ditulis dalam bahasa Inggris, yang komposisinya benar-benar sesuai dengan kartu identitas yang digunakan UEA untuk warga negaranya dan orang-orang yang tinggal di negara Teluk Persia itu.

BACA JUGA:

Kartu identitas dikeluarkan oleh apa yang disebut badan hak asasi manusia khilafah, tetapi mereka tidak memiliki jejak institusi.

Seorang pejabat Socotra mengatakan bahwa badan Emirat, yang mengklaim mengadvokasi hak asasi manusia itu telah berubah menjadi badan militer, keamanan dan intelijen yang melanggar kedaulatan nasional Yaman dengan dalih tindakan kemanusiaan.

“Staf dari badan tersebut adalah semua petugas keamanan dan anggota tentara UEA yang memata-matai penduduk Socotra dan mereka yang melakukan perjalanan ke pulau itu,” tambah laporan itu.

Pejabat Socotra juga mencatat bahwa orang yang menerima kartu dibayar oleh UEA untuk mempublikasikannya di Socotra, mencontohkan Mohammad Salem Ahmed, direktur pelabuhan pulau itu.

Langkah ini, lanjutnya, diambil sejalan dengan upaya awal untuk mengukur reaksi masyarakat di Socotra dan Yaman, sehingga jika proyek tersebut berhasil, nantinya akan diterbitkan KTP untuk seluruh warga dalam upaya untuk secara resmi mengumumkan keterkaitan pulau itu dengan UEA.

BACA JUGA:

Ia mengatakan bahwa Yaman tidak memiliki andil pada orang asing yang memasuki Socotra karena UEA yang mengeluarkan izin masuk dan keluar untuk semua pelancong baik pengusaha, ahli atau personel militer.

Aktivis sosial Yaman, Jalal Mohsen al-Socotri, mengatakan bahwa orang-orang khawatir karena UEA memaksa penduduk Socotra untuk berhenti mengidentifikasi diri mereka sebagai orang Yaman.

“Masalah ini mengancam semua orang Socotra, yang sebelumnya berjuang untuk mengusir [Emirat] dari pulau itu,” katanya.

“Kehidupan penduduk Socotra telah menjadi mimpi buruk; mereka bangun setiap hari dan melihat plot jahat UEA. UEA memberlakukan aturannya pada mereka dan mengelilingi mereka dengan orang dan kamp asing. Negara ini bahkan telah menggantikan pekerja pulau itu dengan orang asing di fasilitas wisata dan rumah sakit swasta.” (ARN)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: