Lebih dari 400 Warga Palestina Terluka oleh Pasukan Israel di Nablus

Palestina, ARRAHMAHNEWS.COM – Pasukan Israel telah melukai 411 warga Palestina selama bentrokan dengan pengunjuk rasa anti-pemukiman di kota Beita dan desa terdekat Qusra, provinsi Nablus, Tepi Barat yang diduduki.

Menurut organisasi Bulan Sabit Merah Palestina yang dikutip oleh PressTV, 23 warga Palestina ditembak dengan peluru tajam oleh pasukan Israel selama bentrokan di Gunung Sobeih, kota Beita, dan Qusra, selatan Nablus, pada hari Jumat.

Baca: 

Korban luka juga termasuk 70 warga Palestina yang terkena peluru karet dan 260 lainnya mengalami kesulitan bernapas akibat menghirup gas air mata yang ditembakkan oleh pasukan Israel selama bentrokan.

Selama dua bulan terakhir, Beita telah menyaksikan bentrokan intensif antara pasukan Israel dan warga Palestina yang memprotes sebuah pos pemukiman yang baru-baru ini didirikan oleh pemukim di bawah perlindungan pasukan Israel.

Di sebelah timur Nablus, pasukan Israel menyerang protes anti-pemukiman mingguan di desa Beit Dajan pada hari Jumat, menggunakan peluru tajam dan bom suara terhadap para demonstran.

Sementara itu, puluhan warga Palestina, termasuk anak-anak, mengalami kesulitan bernapas karena menghirup gas air mata yang ditembakkan oleh pasukan Israel pada rapat umum anti-pemukiman mingguan yang diadakan di desa Kafr Qaddum, Tepi Barat.

Pada hari Jumat, pasukan Israel menyerang demonstran yang mengutuk kebijakan perluasan pemukiman Israel dan serangan berulang pemukim Israel terhadap orang-orang Palestina serta properti mereka di Masafer Yatta, selatan kota al-Khalil (Hebron) Tepi Barat.

Para pengunjuk rasa mendesak komunitas internasional dan organisasi hak asasi manusia untuk memikul tanggung jawab mereka dan melindungi Palestina dari serangan Israel yang terus-menerus.

Pasukan Israel juga menyerang warga Palestina yang berkumpul di daerah al-Ras, sebelah barat kota Salfit, Tepi Barat, untuk melaksanakan salat Jumat.

Daerah Al-Ras terancam direbut oleh Israel untuk pembangunan pos terdepan pemukiman.

Lebih dari 600.000 orang Israel tinggal di lebih dari 230 pemukiman yang dibangun sejak pendudukan Israel tahun 1967 di Tepi Barat dan Yerusalem Timur al-Quds.

Semua pemukiman Israel adalah ilegal menurut hukum internasional karena dibangun di atas tanah yang diduduki. Dewan Keamanan PBB telah mengutuk kegiatan pemukiman Israel di wilayah pendudukan dalam beberapa resolusi. (ARN)

About Arrahmahnews 30607 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.