Penyelidik PBB: Pemukiman Israel di Tepi Barat adalah Kejahatan Perang

Palestina, ARRAHMAHNEWS.COM – Permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki merupakan kejahatan perang, kata seorang penyelidik hak asasi manusia PBB kemarin (09/07), menyerukan negara-negara untuk menjelaskan kepada Israel bahwa “pendudukan ilegal” tidak boleh dibiarkan begitu saja.

Laporan Reuters menyebut bahwa Michael Lynk, pelapor khusus PBB untuk hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki, berbicara tentang hal ini pada sesi Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa. Sidang ini sendiri diboikot oleh Israel yang tidak mengakui mandatnya atau bekerja sama dengannya.

“Saya menyimpulkan bahwa permukiman Israel merupakan kejahatan perang,” kata Lynk. “Saya menyampaikan kepada Anda bahwa temuan ini memaksa komunitas internasional … untuk menjelaskan kepada Israel bahwa pendudukan ilegalnya, dan penentangannya terhadap hukum internasional dan opini internasional, bisa dan tidak akan lagi bebas biaya.”

BACA JUGA:

Lynk sebelumnya menyeru dihentikannya penggunaan hukuman kolektif oleh Israel. Menurutnya hukuman kolektif “terlihat paling mencolok” dalam 15 tahun penutupan Gaza yang masih berlangsung. Dimana karenanya Gaza sekarang menderita keruntuhan ekonomi, kehancuran infrastruktur, dan sistem layanan sosial yang nyaris tidak berfungsi.”

Ia juga menekankan bahwa Israel memiliki ketergantungan pada hukuman kolektif sebagai “instrumen menonjol dalam kotak alat koersif kontrol populasi” mereka. Ia mengkritik kebijakan berkelanjutan Israel untuk menghukum menghancurkan rumah-rumah Palestina. Menurutnya hal ini “berkontribusi pada suasana kebencian dan pembalasan.” (ARN)

About Arrahmahnews 30598 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.