Riyadh Danai Media dalam Proyek Lobi Baru Saudi di Amerika

Riyadh Danai Media dalam Proyek Lobi Baru Saudi di Amerika
Mohammed bin Salman

Arab Saudi, ARRAHMAHNEWS.COM Arab Saudi mendanai platform berita digital di mana rezim kerajaan akan mempekerjakan beberapa profesional media AS untuk memberikan tekanan politik pada Gedung Putih dan Kongres AS. Platform media ini akan berkantor di Washington DC.

CNBC melaporkan bahwa Proyek lobi baru yang belum diumumkan secara resmi ini, didukung oleh anak perusahaan Saudi Technology Development and Investment Co., atau Taqnia.

BACA JUGA:

Kerajaan Saudi mempekerjakan jurnalis dan presenter yang memiliki pengalaman masa lalu di Fox News, Al Jazeera, NBC dan radio satelit SiriusXM.

Perkembangan itu terjadi disaat kerajaan Saudi berusaha untuk mencapai dan mempengaruhi pemerintahan Presiden Joe Biden dan Kongres setelah berakhirnya masa pemerintahan Donald Trump yang memiliki hubungan dekat dengan Riyadh. Hubungan antara Riyadh dan Washington tegang setelah Biden dilantik sebagai presiden baru AS awal tahun ini.

Riyadh Danai Media dalam Proyek Lobi Baru Saudi di Amerika
Mohammed bin Salman

Perkembangan itu juga terjadi hampir tiga tahun setelah pembunuhan brutal terhadap jurnalis Washington Post dan kritikus keluarga kerajaan Saudi, Jamal Khashoggi.

Sebuah laporan intelijen Amerika baru-baru ini mengatakan bahwa Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman menyetujui operasi untuk membunuh Khashoggi.

BACA JUGA:

CNBC melaporkan bahwa kelompok lobi dengan nama Prime Time Media membantu memimpin usaha baru ini, dengan dokumen yang menunjukkan bahwa perusahaan telah dibayar setidaknya 1,6 juta dolar untuk membantu mengarahkan proyek tersebut.

Pihak berwenang Saudi juga dilaporkan telah mempekerjakan lebih dari selusin perusahaan lobi untuk membantu meningkatkan hubungan dengan Amerika Serikat dan meningkatkan citra rezim Riyadh.

Menurut pengajuan pendaftaran agen asing ke Departemen Kehakiman AS, Riyadh telah menggunakan setidaknya 16 perusahaan “untuk memulihkan sebagian besar mesin pengaruhnya di ibu kota [Washington] dan di bagian lain negara itu, serta membantu meningkatkan hubungan perdagangan AS-Saudi.”

Upaya lobi ini akan menjadi lebih penting selama masa jabatan Biden, yang pemerintahannya telah berbicara menentang pelanggaran hak asasi manusia di kerajaan itu.

Pihak berwenang Saudi berada di ‘air panas’ atas berbagai masalah termasuk perang Riyadh yang menghancurkan di Yaman, perlakuannya terhadap wanita dan pembunuhan Khashoggi di dalam konsulat Saudi di Istanbul pada 2018.

Agen-agen asing yang dilaporkan telah disewa untuk melobi atas nama kepentingan Saudi itu tampaknya telah menyumbangkan hampir 2 juta dolar dalam sumbangan politik untuk kandidat federal. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30645 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.