Pejabat Fatah Palestina Kecam Putra Mahkota UEA Pengkhianat

Pejabat Fatah Palestina Kecam Putra Mahkota UEA Pengkhianat
Putra Mahkota UEA, MbZ

Palestina, ARRAHMAHNEWS.COM – Seorang anggota Komite Pusat gerakan Fatah Palestina mengecam Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed (MbZ), menyebutnya sebagai “Pengkhianat” perjuangan Palestina. Ia mengatakan Uni Emirat Arab harus dikeluarkan dari Liga Arab karena melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.

Abbas Zaki dalam kata-katanya yang ditujukan untuk MbZ menekankan bahwa jika pintu UEA dibuka untuk “Naturalisasi para Zionis, anda akan binasa, dan anda tidak akan dapat menghentikan perluasan gerakan Zionis”.

BACA JUGA:

“Orang-orang Emirat bebas dan hebat dan kami tidak mengaitkan pengkhianatan ini kepada mereka, karena satu-satunya pengkhianat adalah Mohammed bin Zayed,” kata Zaki sebagaimana dikutip PressTV.

Empat negara Arab (UEA, Bahrain, Sudan dan Maroko) setuju untuk menormalkan hubungan dengan Israel di bawah perjanjian yang ditengahi AS tahun lalu, ketika mantan Presiden AS Donald Trump menjabat.

Dipelopori oleh UEA, langkah tersebut telah memicu kecaman luas dari Palestina serta negara-negara dan pembela hak asasi manusia di seluruh dunia, terutama di dunia Muslim.

Pejabat Fatah Palestina Kecam Putra Mahkota UEA Pengkhianat
Putra Mahkota UEA, MbZ

Sejak itu, UEA telah mengambil langkah berani lebih lanjut untuk mempercepat proses normalisasi, seperti menyambut Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid untuk meresmikan kedutaan rezim di Abu Dhabi bulan lalu Lapid mengatakan kepada negara-negara regional, “Kami di sini untuk tinggal”.

Sebagai tanggapan, gerakan perlawanan Palestina Hamas mengecam kengototan UEA atas “dosa nasional,” mereka ini. Palestina mengatakan bahwa pembukaan kedubes itu bertepatan dengan penghancuran rumah-rumah Palestina oleh rezim Israel di lingkungan Silwan di Yerusalem al-Quds yang diduduki.

BACA JUGA:

Monarki Teluk Persia juga dilaporkan telah memberikan kewarganegaraan kepada 5.000 warga Israel setelah mengamandemen undang-undang kewarganegaraannya untuk menarik investor dan pengusaha Israel, yang tidak akan diminta untuk melepaskan kewarganegaraan asli mereka di bawah undang-undang baru.

Jihad Islam, gerakan perlawanan Palestina lainnya, mengatakan bahwa tindakan itu membawa aib lain pada “rezim pengkhianat dan kompromi” di Abu Dhabi, mendesak UEA dan negara-negara Arab lainnya untuk mempertimbangkan kembali perhitungan mereka sehubungan dengan kemenangan gerakan perlawanan di Perang 11 hari Israel di Jalur Gaza yang terkepung.

Sementara itu, sepuluh bulan setelah penandatanganan apa yang disebut Kesepakatan Abraham dan terlepas dari kemarahan yang mengikutinya, 200.000 orang Israel sejauh ini telah mengunjungi UEA, dengan perdagangan bilateral melebihi 354 juta dolar. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30643 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.