Pakar Militer: AS Harus Tinggalkan Pangkalan di Suriah

Pakar Militer: AS Harus Tinggalkan Pangkalan di Suriah
Pasukan Amerika

Amerika, ARRAHMAHNEWS.COM Mantan Brigadir Jenderal Abdul Hanan al-Muhaimid, yang juga salah satu tokoh suku Arab Al-Baqara di Jazera, mengatakan bahwa serangan yang menargetkan pangkalan Amerika dan koalisi internasional di Suriah Timur, adalah eskalasi yang logis dan sah dari perlawanan rakyat di wilayah Jazira dan Efrat, setelah kesadaran yang tinggi terhadap hak-hak mereka.

Pakar militer, Brigadir Jenderal Abdul Hanan al-Muhaimid dalam sebuah pernyataan kepada SputnikNews, mengatakan “Semua komponen masyarakat di wilayah Al-Jazera dan Efrat di Suriah Timur, yang dianggap sebagai lumbung makanan Suriah dan sumber kekayaan alamnya, terutama minyak dan gas, telah mencapai tahap konsensus bahwa tidak ada alternatif dan tidak ada cara untuk menyingkirkan pendudukan kecuali melalui perlawanan rakyat bersenjata karena itu adalah satu-satunya cara yang benar, sah dan manusiawi untuk menyingkirkan kekuatan kolonial.”

BACA JUGA:

Menurut pendapatnya operasi yang terjadi selama beberapa hari terakhir, dan dua serangan yang terjadi pada Minggu, 11 Juni, di pangkalan dekat “ladang gas Koniko” dan “ladang minyak Al-Omar” sangat berpengaruh besar pada pasukan pendudukan pimpinan AS, yang menganggap diri mereka sebagai tentara paling kuat di dunia.

Pakar Militer: AS Harus Tinggalkan Pangkalan di Suriah
Pasukan Amerika

“Pangkalan Amerika diserang beberapa roket, gumpalan asap mengepul, sejumlah kendaraan rusak, dan informasi yang telah dikonfirmasi ada korban yang berjatuhan. Pangkalan itu memang berada di daerah datar dan terbuka serta terletak di geografi yang mudah secara militer, tentu hasil dari serangan seperti itu akan berdampak besar, bahkan jika Amerika menyembunyikan faktanya,” ujarnya.

Operasi penargetan akan berlanjut sesuai dengan penilaian, dan akan berkembang menjadi lebih dari itu dan dapat mencapai konfrontasi langsung dengan tentara pendudukan, atau menargetkan kendaraan dan kendaraan lapis baja mereka dengan rudal dan alat peledak dengan mengunakan drone yang mencapai tujuan penting dalam membom pangkalan terbesar pendudukan Amerika di ladang minyak Al-Omar, tambahnya.

Brigjen Abdel Hanan menegaskan bahwa tentara AS “dikenal dengan kebijakan cepat mengalah dan mundur seperti yang terjadi di Afghanistan dan Irak. Inilah yang akan terjadi dalam beberapa hari dan minggu mendatang di Suriah dengan eskalasi yang terus berlanjut. Operasi perlawanan, yang didukung oleh penolakan besar rakyat Jazera dan Efrat terhadap kehadiran pendudukan Amerika dan Turki, yang menyebabkan kesengsaraan pada rakyat Suriah, terutama sanksi ekonomi dan pencurian kekayaan rakyat, yang tujuannya adalah untuk mencekik rakyat”.

BACA JUGA:

Koresponden Sputnik di Suriah Timur melaporkan bahwa pangkalan ilegal AS yang terletak di ladang gas “Koniko” dan “ladang minyak Omar” timur provinsi Deir Ezzor, yang terletak di dekat benteng suku Arab “Akidat” di kota Al-Shuhail dan kota Dhiban, dibom dan ditargetkan untuk keenam kalinya berturut-turut dari daerah barat sungai Efrat, yang berada di bawah kendali Tentara Arab Suriah dan pasukan sekutunya.

Serangan dan penargetan militer yang meningkat frekuensinya, datang sebagai tanggapan atas instruksi dari Presiden Amerika Serikat Joe Biden, yang menargetkan dua situs di dalam wilayah Suriah, dan satu situs di dalam Irak. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30643 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.