Yaman Rilis Bukti AS Tekan Mantan Presiden Salih untuk Normalisasi dengan Israel

Yaman Rilis Bukti AS Tekan Mantan Presiden Salih untuk Normalisasi dengan Israel
Boycot Israel

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM Kementerian Informasi Yaman merilis dokumen resmi tentang tekanan lama AS pada mantan rezim Ali Abdullah Salih untuk menormalkan hubungan antara Sana’a dan Tel Aviv dan mencabut boikot terhadap barang-barang Israel di Yaman.

Berdasarkan dokumen yang dirilis oleh Kementerian Informasi Yaman, kedutaan AS telah meminta rezim Salih untuk mengakhiri boikot terhadap barang-barang Israel dan tidak berpartisipasi dalam program anti-Zionis.

BACA JUGA:

Laporan FNA menyebut bahwa dokumen-dokumen itu berisi bukti dan rincian baru tentang bagaimana AS dan Israel begitu frustasi dengan boikot barang-barang mereka, dan bagaimana Washington menekan pemerintah Salih untuk membuka pintu Yaman bagi barang-barang dan perusahaan-perusahaan Israel.

Yaman Rilis Bukti AS Tekan Mantan Presiden Salih untuk Normalisasi dengan Israel
Boycot Israel

Thomas Krajski, duta besar AS untuk Sana’a pada 2005, meminta menteri luar negeri rezim Salih saat itu untuk mendorong pencabutan boikot barang-barang Israel oleh negara-negara Arab.

Krajski meminta rezim Salih untuk mencabut sanksi terhadap perusahaan yang memiliki hubungan tingkat pertama, kedua, atau ketiga dengan Israel.

BACA JUGA:

Berdasarkan dokumen tersebut, rezim Salih tidak menentang tekanan AS untuk mencabut boikot terhadap Israel, dan Menteri Luar Negeri Yaman saat itu Abu Bakr al-Qirbi mengatakan kepada duta besar AS bahwa boikot terhadap barang-barang AS dan Israel tidak serius.

Boikot Liga Arab terhadap Israel adalah strategi yang diadopsi oleh Liga Arab dan negara-negara anggotanya untuk memboikot hubungan ekonomi atau apapun antara negara-negara Arab dan Israel dan secara khusus menghentikan semua perdagangan dengan Israel yang bisa menambah kekuatan ekonomi dan militer entitas itu.

Boikot sekunder kemudian diberlakukan, untuk memboikot perusahaan non-Israel yang melakukan bisnis dengan Israel, dan kemudian boikot tersier melibatkan daftar hitam perusahaan yang melakukan bisnis dengan perusahaan lain yang melakukan bisnis dengan Israel. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30603 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.